Hidupkan Sunnah HANCURKAN BID'AH

Meniti Jalan Sunnah Rasulullah, Menepis Bid'ah

Wahdah Islamiyah (Wadah Ikhwaniyah?)

STSK – Sururi Turotsi Selalu Koordinasi


Bukan bermaksud menyaingi saudara Abduh ZA dengan bukunya STSK (Siapa Teroris? Siapa Khawarij?) jika kami memberi judul artikel seperti di atas. Akan tetapi hanya sekadar menggelitik saudara Abduh, bahwa judul kami di atas juga patut untuk diperhatikan. Pembaca tentu pernah mendengar sedikit tentang yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) yang berpusat di Makassar itu. Kalau mungkin belum pernah bisa disimak di artikel Turotsi – Wahdah Ikhwaniyyah keceplosan.[1] Salah satu ide penulisan ini, ternyata ada thread di forum myQuran yang mempertanyakan Wahdah Islamiyah. Akhirnya penulis yang penuh kekurangan ini terpaksa mengajukan draft ini di depan para pembaca.

Menurut situsnya sendiri, Wahdah Islamiyah menuliskan sejarahnya di situsnya : “Organisasi ini pertama kali didirikan pada tanggal 18 juni 1988 M dengan nama Yayasan Fathul Muin (YFM), berdasarkan akta notaris Abdullah Ashal, SH No.20. Untuk menghindari kesan kultus individu terhadap KH.Fathul Muin Dg.Mangading (Seorang ulama kharismatik Sulsel yang di masa hidupnya menjadi Pembina para pendiri YFM) dan agar dapat menjadi Lembaga Persatuan Ummat, pada tanggal 19 Februari 1998 M nama YFM berubah menjadi Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) yang berarti “Persatuan Islam” perubahan nama tersebut diresmikan berdasarkan akta notaris Sulprian, SH No.059. Sehubungan dengan adanya rencana untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi islam, YWI menambah sebuah kata dalam identitasnya menjadi Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) yang dimaksudkan agar dapat juga menaungi lembaga-lembaga pendidikan tingginya, berdasarkan Akta Notaris  Sulprian, SH No.055 tanggal 25 Mei 2000. Perkembangan Dakwah Wahdah Islamiyah yang sangat pesat dirasa tidak memungkinkan lagi lembaga Islam ini bergerak dalam bentuk Yayasan, maka dalam Musyawarah YPWI ke-2, tanggal 1 Shafar 1422 H (bertepatan dengan 14 April 2002 M) disepakati mendirikan organisasi massa (ormas) dengan nama yang sama, yaitu Wahdah Islamiyah (WI). Sejak saat itulah, YPWI yang merupakan cikal bakal berdirinya ormas WI disederhanakan fungsinya sebagai lembaga yang mengelola pendidikan formal milik Wahdah Islamiyah.(untuk selengkapnya baca buku :Sejarah Wahdah Islamiyah)”[2]

“Wahdah Islamiyah adalah sebuah Organisasi Massa (Ormas) Islam yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman As Salaf Ash-Shalih (Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah). Organisasi ini bergerak di bidang da’wah, pendidikan, sosial, kewanitaan, informasi, kesehatan dan lingkungan hidup.” [3] Demikian manhaj ‘tertulis’ yayasan Wahdah Islamiyah itu. Apakah YWI konsisten dengan manhaj ‘tertulis’ itu  atau sekedar nebeng ?

Baiklah untuk membuktikan bahwa YWI sekedar nebeng belaka, kembali penulis menukilkan sepintas terkait Wahdah Islamiyah ini. Organisasi  WI yang diketuai Muhammad Zaitun Rasmin, Lc seperti yang telah dijelaskan asatidzah, diantaranya Al Ustadz Dzulqarnain (Makassar)[4], Al Ustadz Askari (Balikpapan) [5], memiliki banyak penyimpangan. Diantaranya melakukan demonstrasi, membolehkan demokrasi dan terlibat didalamnya, partai politik, pemilu, membolehkan berbilangnya jama’ah/aliran, membela tokoh hizbi seperti Safar Hawali, Salman Al Audah [6], Muhammad Quthub[7], Sayyid Quthb [8] dll.

Dari situsnya sendiri, WI tidak dapat menutupi jati-dirinya yang mengaku bermanhaj Salaf, namun ternyata menebarkan pemikiran Quthbi, Sururi alias Ikhwanul Muslimin dan melakukan kerjasama dengan hizbi dan tokohnya dan menyerang pengusung dakwah Salafiyyah itu sendiri. Seperti dalam artikelnya berjudul “Mayoritas Yang Tak Berkualitas” yang merujuk pada tulisan Muhammad Quthub [9], mendukung Sayyid Quthub dalam tulisan “Wanita dan Pologami[10], memuji matinya Sayyid Quthb di tiang gantungan “Untaian Nasihat Tuk Para Pejuang di Jalan Da’wah” [11], dll.

Tertera jelas Wahdah Islamiyah memakai pada angka “2/3″ yang menunjukkan praktek demokrasi, salah satunya di pasal 13 Bab XI Penetapan dan Perubahan, Wahdah Islamiyyah menetapkan AD-ARTnya berbunyi, “1. Penetapan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Wahdah Islamiyah dilakukan melalui muktamar dan disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 peserta yang hadir.” [12]

Pustaka Al Kautsar & Wahdah Islamiyah

“Motto kami “PENERBIT BUKU ISLAM UTAMA.” Kami berdiri untuk semua umat Islam, kami independen. Kami bukan milik suatu kelompok/golongan/aliran tertentu, dan tidak berafiliasi ke mana pun. Kami tidak disponsori juga tidak menjadi sponsor ataupun mewakili satu kelompok/golongan/aliran tertentu.” Demikian manhaj tertulis ala Pustaka Al Kautsar.[13]

Marilah kita lebih mengenal Pustaka Al Kautsar menurut informasi publik lewat internet, bukan hasil tajassus, hasil kegiatan mata-mata yang disusupkan disana. Silakan lihat footnote yang ada sebagai sumber penulisan artikel ini. Berikut nama-nama yang ada di Pustaka Al Kautsar bernaung di bawah CV Pustaka Al Kautsar, direktur/pemiliknya adalah Drs. Tohir Bawazir itu :

1. Riki Nugroho (Staf Direktur) [14]

2. Abduh Zulfidar Akaha, Lc (Manager Redaksi) [15]

3. Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc alias Abul Miqdad al Madany

4. M. Nur Kholis Ridwan [16]

5. Muslich Taman (Staf Redaksi) [17]

6. Yasir Maqosid (Staf Redaksi) [18]

7. Yasir Muthalib (Staf Redaksi) [19]

8. Hasan Hartanto (Staf Redaksi) [20]

9. Agus Rozali (departemen HRD) [21]

10. Setiawan (departemen Marketing) [22]

11. Sugiyono (departemen Gudang & Warehouse) [23]

12. Abdullah Ali (departemen Keuangan) [24]

13. Ganjar (departemen Produksi) [25]

Sebagai gambaran ‘kenetralan’ Pustaka al Kautsar, marilah kita lihat nama-nama penulis ‘nyeleneh‘ yang karyanya diterjemahkan atau diterbitkan oleh pustaka al kautsar serta judul buku yang ‘nyeleneh‘ sbb :

- Dr. Yusuf Al-Qaradhawy (70 Tahun Al-Ikhwan Al-Muslimun, Anatomi Masyarakat Islam, Akidah Salaf & Khalaf, As-Sunnah Sebagai Sumber Iptek, Bagaimana Berinteraksi Dengan Al-Qur’an, Bagaimana Berinteraksi Peninggalan Ulama Salaf, Cadar Antara Yang Mewajibkan dan Membid’ahkan, Distorsi Sejarah Islam, Fatwa-Fatwa Kontemporer 3, Fatwa-Fatwa Kontemporer Edisi Pilihan, Fikih Daulah Dalam Perspektif Al Qur’an dan As Sunnah, Fiqih Maqashid Syariah, Fikih Taysir; Methode Praktis Mempelajari Fiqih, Fikih Thaharah, Islam Abad 21: Refleksi Abad 20 & Agenda Masa Depan, Islam Agama Ramah Lingkungan, Islam Dan Globalisasi Dunia, Islam Inklusif Dan Eksklusif, Islam Peradaban Masa Depan, Kebangkitan Gerakan Islam, Kebangkitan Islam Antara Harapan & Rintangan, Kita & Barat,  Menjawab berbagai pertanyaan menyudutkan islam, Kumpulan Ceramah Pilihan, Masa Depan Fundamentalis Islam, Menghidupkan Nuansa Rabbaniyah & Ilmiah, Muslimah Masa Depan, Niat Dan Ikhlas, Al Quds Masalah Kita Bersama, Pedoman Bernegara dalam Perspektif Islam, Pengantar Kajian Islam, Perjalanan Hidupku, Retorika Islam – Khalifa, Sekuler Ekstrim, Seni Dan Hiburan Dalam Islam, Takdir, Taubat, Tawakal, dll)

- Musthafa Malaikah (Manhaj Dakwah Yusuf Al-Qardhawi)

- Ishom Talimah (Manhaj Fikih Yusuf Al-Qardhawi)

- Khalid As-Sa’ad (Kumpulan Khutbah Yusuf Al-Qaradhawi, Kumpulan Ceramah Pilihan Syaikh Al-Qaradhawi)

- DR Jum’ah Amin Abdul Aziz (Pemikiran Hasan Al Banna dalam Akidah dan Hadits)

- Muhammad Al Ghazali (5 Intisari Al-Quran)

- Muhammad Shaleh Al-Munajjid (Aku Ingin Tobat, 33 Kiat Khusyu dalam Shalat — di Malang telah dipromosikan dalam acara Bedah Buku oleh siapa lagi kalau bukan oleh Turotsi Abdullah Hadrami http://img141.imageshack.us/img141/5665/ahadromilovemunajjidxr7.jpg)

- Nawaf Hail Takturi (Aksi Bunuh Diri Atau Mati Syahid)

- Abdurrahman Abdul Khaliq (Bagaimana Menghapal Al-Qur’an)

- Muhammad Al-Khalaf (Catatan Kecil Bagi Pelajar Mukminah)

- ‘Aidh Abdullah Al-Qarni (30 Renungan Ramadhan, Belajarlah Dari Alam Dan Zaman, Berbahagialah, Gerbang Kematian, Jagalah Allah Niscaya Dia Menjagamu, Obat Penyakit Hati)

- Dr. Nashir Sulaiman Al-’Umar (Tafsir Surat Al-Hujurat, Sendi-Sendi Kebahagiaan Suami Istri)

- Muhammad Quttub (Dibawa Kemana Wanita Kita)

- Muhammad Al-Khalaf (Catatan Kecil Bagi Pelajar Mukminah)

- Amir Syammakh (Syaikh Ahmad Yasin)

- Salman Bin Fahd Al Audah (Generasi Ghuraba: Studi Kontemporer)

- Dr. Ismail Asy-Syarafa (Ensiklopedi Filsafat)

- Abu Abdirrahman al-Thalibi (Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi, Menjawab Tuduhan (Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 2)

Berapakah buku karya Yusuf Qaradhawi yang diterbitkan Pustaka Al Kautsar ? Jawabannya sekitar 38 judul buku, itu yang bisa terpantau. Siapakah Aidh Al Qarni, Muhammad Quthub, Salman Al Audah, Abdurrahman Abdul Khaliq, Nashir Sulaiman ? Nah, pembaca tahu sendiri kan ? Jelas manhaj Pustaka Al Kautsar dari nama-nama penulis dan buku terbitannya yang sebagian besar ‘nyeleneh‘.

Pustaka Al Kautsar ternyata latah mengadopsi budaya Barat, padahal mengaku sebagai penerbit buku Islam utama. Pustaka ini ternyata tak luput dari bid’ah Milad alias ulang tahun (ultah). “Sabtu, 21 Juli 2007 Pustaka Al-Kautsar mengadakan acara tasyakuran atas ulang tahunnya yang ke 18.”, demikian laporan Yasir Maqosid, salah satu editor Pustaka Al Kautsar di situsnya.[26]

Seperti layaknya sebuah acara Ultah, ada lomba, seperti lomba makan kerupuk, khitanan massal dst. Thohir Bawazir, Abduh ZA juga hadir di acara Milad tersebut. Sedangkan acara khitanan massal pada tanggal 1 Juli 2007 turut mewarnai hari bahagia bagi Pustaka Al Kautsar. “Milad Pustaka Al Kautsar. Peduli terhadap sesama. “KHITANAN MASSAL”.” Demikian tulisan spanduk acara itu, yang tentunya dibarengi berfoto-ria.

Adapun campur-baurnya lelaki dan perempuan yang dipromotori Pustaka Al Kautsar, dapat disimak dalam acara bedah buku ‘dusta’ [27] yang berjudul “The Lady Di Conspiracy” karangan Indra Adil. Dalam bedah buku itu, hadir disana WS. Rendra, Indra Adil, Anis Baswedan, Ph.D dimoderatori oleh Ratih Sanggarwati — mantan peragawati –, yang diadakan di Margo City Mall Depok pada tanggal 19 Maret 2007.[28] Demikianlah kenyataan tentang Pustaka Al Kautsar yang membuat kita sedih itu.

Pustaka Al Kautsar & Wahdah Islamiyah

Bagaimana koneksitas Wahdah Islamiyah dengan Pustaka Al Kautsar ? Tentu roh-roh sejenis akan saling mengenal dan berkumpul. Pelatihan Jurnalistik Wahdah Islamiyah Pusat yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 22 Rabiul Tsani 1427 H/20 Mei 2006, didukung oleh tim pada penerbit Al Kautsar Jakarta.

Siapa yang menyangka nama Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc alias Abul Miqdad al Madany, anggota Dewan Syariah WI sekaligus staf editor Departemen Redaksi Pustaka Al Kautsar Jakarta, ternyata  Ihsan juga tercatat sebagai ketua WI cabang Jakarta menurut situs Wahdah pusat [29].  Dalam artikel berjudul Pengukuhan Wahdah Islamiyah Cabang Jakarta dan Palopo itu juga disebutkan link yang terkait WI yakni nama-nama sebagai berikut, Yani.Abd.Karim, Lc (Direktur Ma’had Ar Royah Sukabumi) dan Taufan Jafri, Lc (Pengelola Pesantren Al Bina’ Bekasi).

Nah, si Ihsan inilah yang menulis sinis tentang dakwah Salafiyyah yang dimuat situs WI dengan tulisan berjudul “Gerakan Salafi Modern Di Indonesia”. Tulisan tersebut ditulis saat ybs masih menempuh program S-2 Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Kajian Timur Tengah dan Islam, kekhususan Kajian Islam, dengan Beasiswa Budaya dan Masyarakat di Indonesia kerjasama The Indonesian International Education Foundation (IIEF) – dengan yayasan yang paling getol mendanai kegiatan Yahudi dan mengusung paham Liberal – Ford Foundation.

Pembaca bisa menilai, sangat tidak aneh bukan ? Seseorang yang didanai yayasan kuffar Ford Foundation lantas menyerang para asatidzah dan ulama Ahlussunnah, para pembela Islam. Juga seorang editor Pustaka Al Kautsar yang terkenal menerbitkan buku yang mencibir atas dakwah Salafiyyah dan para dainya, yakni yang berjudul “Siapa Teroris ? Siapa Khawarij ?” karya Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Juga seperti Hujjah Press — Pustaka Al Kautsar Grup — yang menghujat Salafy lewat bukunya yang berjudul “Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 1 & 2″, penulisnya Abu Abdirrahman Al Thalibi alias Joko Waskito.

Joko juga menulis buku “Hidup Itu Mudah” yang diterbitkan Penerbit Khalifa – Pustaka Al Kautsar grup, salah satu bedah bukunya disisipkan dalam acara Wahdah Islamiyah Expo 2008. Duhai kenapa ruh-ruh itu berkumpul, tentu pembaca tahu jawabannya ?  Akan menyusul buktinya, insya Allah.

Buku terbitan pustaka Al Kautsar yang dikarang oleh Dr. Yusuf Qardhawi juga menjadi acuan dalam artikel berjudul “Dakwah Dalam Sekam” di situs Wahdah pusat[30], juga tulisan Abdullah Bin Ali Al-Ju’aitsin dalam artikel berjudul “Ketika Musibah Menuai Hikmah” [31], tulisan Samson Rahman dalam artikel “Meluruskan Beberapa Persepsi Tentang Poligami”[32], tulisan Abduh Zulfidar Akaha dalam artikel “Sejarah Penulisan Al-Qur’an Dan Perkembangannya Pasca Utsman Hingga Sekarang”, dll. Demikianlah keakraban itu terjalin, antra Wahdah Islamiyah dan Pustaka Al Kautsar, yang tercermin dalam situs-situsnya.

Kiranya hal ini dapat memberikan informasi terkait kontribusi Pustaka Al Kautsar dan kaitannya dengan ormas Wahdah Islamiyah. Dalam prakteknya, justru WI membenci dakwah pemahaman As Salaf Ash-Shalih, tidak sesuai dengan AD-ARTnya sendiri. Sementara itu, Pustaka Al Kautsar yang mengaku independen, namun justru memihak ke 38 buah pikiran Yusuf Qaradhawi dkk alias ke pemahaman Ikhwanul Muslimin. Beginilah kebiasaan berdusta dan nebeng ala Ikhwanul Muslimin itu.

Wahdah Islamiyah Bandung

Di halaman situs utama WI Bandung, tertulis Wahdah Islamiyah adalah sebuah Organisasi Massa (Ormas) Islam yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman As “, dst, [33] juga di situs forum WI Bandung. [34] Marilah kita kenal WI Bandung dan siapa petingginya.

Suatu ketika ada tulisan yang santun : “Tetapi oleh syaitan-syaitan itu malah dibukakan ke publik, disiarkan ke umum, dengan label kerjasama “Lintas Agama Lintas Manhaj”. Betapa degilnya akhlak dan pikiran mereka. Hanya syaitan saja yang akan melakukan perbuatan seperti itu.”. Siapa pemilik tulisan itu ? Ternyata Joko Waskito di forum myQuran[35]. Siapakah dia gerangan ? Dengar-dengar dia adalah ustadz Wahdah Islamiyah Bandung ?

Iya, hari Sabtu kemarin, tanggal 9 Mei 2008 pukul 16:59:17, curahan untaian mutiara kata yang indah untuk penulis, kali ini kosakata yang dipakai “syaitan-syaitan“. Pada hari yang sama, kebetulan Joko Waskito dinobatkan kembali sebagai pembicara di acara Wahdah Islamiyah Expo 2008 pukul 09.00 – 11.00 WIB.[36] Tentu saja acara ini diperuntukkan untuk menyemarakkan dakwah Wahdah Islamiyah di Bandung. Dan terang saja, yang dipilih sebagai pembicara adalah ‘orang dalam’ WI sendiri pada acara Expo itu.

Maka jelaslah tempat duduk Joko Waskito ini, ternyata juga kru da’i WI Bandung. Kini Joko membedah bukunya sendiri yang diterbitkan penerbit Khalifa – Pustaka Al Kautsar Grup, berjudul “Hidup Itu Mudah” di Masjid At-Takwa Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Geger Kalong, Bandung. [37] Sepintas pembaca mungkin tersenyum, diantara “Dapatkan buku INILAH ISLAM untuk pendaftar 50 peserta VIP pertama !!!”. Tentu saja hal ini akan membikin praktik judi terselubung di pentas WI Expo tersebut, karena akan ada gambling dari sekian pendaftar peserta VIP, akankah dia termasuk ke 50 atau 51 ?  Wuih… aroma judi tercium disana demi melariskan dagangannya…

Apa dan siapakah Wahdah Islamiyah Bandung ? Bagaimana bisa Joko Waskito juga direkrut WI Bandung ? Baiklah kita crosscheck dengan browsing situs WI pusat. Bisa kita dapatkan informasi dengan search kata bandung, diantaranya adanya acara Parade Taubat” bahwa acara WI Bandung tanggal 20-21 Maret 2008 di Mesjid Al-Muhajirin Buahbatu  Bandung berlangsung sukses. [38] “Dauroh ini diiisi oleh asaatidza teras WI Bandung, yaitu Ust. Ridwan Hamidi, Lc, Ust.Abu Yahya,S.Si, Ust.Wawan Kurniawan,S.HI serta Ust. Topan Setiadipura,M.Si.”. Dari sini sedikit kita mendapati tentang da’i di WI Bandung.

Nah, penulis mencoba search di situs WI pusat ini pada bagian search dengan mengetik kata waskito. Muncullah tulisan “WI Bandung Gelar Syariah Expo 2008 (Serba Serbi Cabang/Serba Serbi Cabang) …tajuk “menuju sehat yang kaffah” ini akan menampilkan Bedah Buku ‘Hidup Itu Mudah’ oleh Ust.Joko Waskito (penulis) Juga akan diadakan seminar Thibbun Nabawi oleh Ust. Isa Sadrah (Apithera … 07 Mei, 2008“. Sebagai informasi lengkapnya, bisa lihat pamfletnya.[39] Kali ini tidak perlu memakai Google agar tidak dibilang “Abu Google”, antek Yahudi karena Google katanya milik Yahudi. Padahal bung Joko memakai email yang masih aktif yakni langitbiru1000@gmail.com[40]. Paradoks sekali bukan?

Masih menurut informasi situs WI pusat, disebutkan bahwa situs WI Bandung adalah http://www.wahdahbdg.heavenforum.com[41]. Nama “Isa Sadrah” yang menjadi pembicara di WI Expo 2008 itu ternyata sebagai Ketua Dewan Pengawas KSUS AL-WAHDAH Bandung. Juga ada nama lain Mochamad Budiman, S. Pd sebagai Ketua KSUS AL-WAHDAH. [42]

Pembaca bisa mendapatkan nama-nama siapakah dai-dai WI selain Joko Waskito dkk. Caranya, kita pakai Yahoo saja, mungkin gelar penulis nanti menjadi “Abu Yahoo”. Kita ketik “wahdah islamiyah, bandung”, dengan mudah pembaca akan mendapati nama-nama orang WI Bandung. Pada hasil search nomor 3, muncul Wahdah Islamiyah Bandung wahdahbandung.multiply.com. Kalau disimak pada diagram kepengurusan Wahdah Islamiyah DPC Kota Bandung bagian photos, nampak nama-nama yang identik bila kalau kita search bandung di situs Wahdah pusat. Kesimpulannya, berarti situs multiply tersebut juga situs WI Bandung.

Kalau di situs WI pusat, di WI Bandung ada nama Abu Yahya Purwanto, S.Si, juga muncul nama Ust. Wawan (nama lengkapnya Wawan Kurniawan, S.HI), Ust. Abu Ahmad Topan yang nama lengkapnya Topan Setiadipura, M.Si[43], Ust. Unang, Abu Hilyah[44] Adapun di situs yang numpang di multiply, muncul nama ketua Topan Setiadipura, M.Si, wakil ketua Wawan Kurniawan, S.HI, sekretaris Mochamad Budiman, S.Pd, bendahara Taufik Hidayat, A.Md.

Menurut situs resmi WI Bandung yang disebutkan oleh WI Pusat, Sekretariat WI Bandung menurut informasi per tanggal 28 Maret 2008 di Jl.H.Eme No.42 Rt7 Rw4 Sukajadi Bandung 40262, demikian ditulis situs forum WI Bandung.[45] Sementara Markaz WI Bandung terletak di Masjid Nurul Madinah yang dibangun di atas 1150 m, terletak di sebelah timur kota Bandung, atau terletak di bilangan di Jl. Asri Ds. Padasuka RT.07/07 Bandung.[46]

Dari situs forum WI Bandung, diperoleh informasi lebih lengkap, diantaranya nama ketua dewan pembina Abu Yahya Purwanto, S. Si (0811228839), pembina Ridwan Hamidi, Lc (08122775559), Dr. Trio Adiono (08122021133), drh. Ramdan (08112204773) . Pengurus WI Bandung disebutkan Ketua : Topan Setiadipura, M. Si (081388237859), Wakil Ketua : Wawan Kurniawan, S. HI (081355079420), Ketua Dep. Ekonomi Isa Sadrah (08156051276) dst. [47]

Cikal-bakal WI Bandung yang semula hanya daerah Binaan saja, lantas meningkat jadi cabang, bermula dari Yayasan Al Hikmah, lantas menjadi Forum Kajian Islam Nur Madinah sejak tahun 1999, lantas berubah Yayasan Islam Nur Madinah di tahun 2004, barulah menjadi WI Bandung sejak Februari 2007. Sumbangsih Ridwan Hamidi, Lc da’i L-Data/Taruna Al Quran Jogjakarta, yang juga ketua daerah Binaan Jogjakarta sangat penting disini.[48]

Sebagai tambahan, ternyata WI Bandung merekomendasikan situs-situs yang cocok dengan manhajnya, diantaranya Yayasan Al Sofwa sehingga di link oleh situsnya [49] di bagian teratas, juga situs Al Manhaj yang dikelola penjejak Turotsi dari Bandung, juga melink situs forum WI Bandung serta merekomendasi situs ‘tidak resmi’ WI cabang Jogjakarta atau Yayasan Al Madinah, belajarislam binaan Ridwan Hamidi, Lc. Demikianlah roh-roh yang sama saling berkumpul, bertautan dan saling merekomendasikan.

Wahdah Islamiyah Jogjakarta

Bilamana pembaca dapat mudah menelusuri nama-nama da’i Wahdah Islamiyah Bandung, ternyata tidak demikian untuk Wahdah Islamiyah Jogjakarta. Mungkin salah satu alasannya, karena WI Jogjakarta masih bersifat “Daerah Binaan”. Nama yang muncul sebagai da’i WI Yogyakarta hanya satu, yakni Ridhwan Hamidi, Lc yang disebut-sebut WI pusat sejak tanggal 2 Juni 2006. [50]

Artikel yang di situs WI pusat juga tidak memadai menginformasikan pada pembaca. Hanya ada di link yang judulnya nampak berbau ikhwani ‘murabbi’ yang berbeda dengan manhaj tertulisnya. “Pelatihan Murabbi- Daurah Takwiniyah WI Yogyakarta” [51] Tertulis disana ” Wahdah Islamiyah daerah binaan Yogyakarta melaksanakan Daurah Takwin, yang dirangkaikan dengan pelatihan murabbi (Pembina). Kegiatan berlangsung, Sabtu-Ahad/2-3 Februari, di Masjid Al Ihsan Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 25 orang pengurus WI binaan Yogyakarta, yang mayoritas Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Adapun pemateri pada kegiatan tersebut, di antaranya, H. Ridwan Hamidi, Lc (Ketua Daerah Binaan WI Yokyakarta), H. Jahada Mangka, Lc (Ketua Dep. Dakwah dan Kaderisasi DPP WI), Ishaq Shubuh (Sekertaris DPC WI Makassar). Sedangkan materi pada kegiatan tersebut, seperti; motivasi bertarbiyah, kenapa harus bertarbiyah, teknik pengelolaan halaqah, serta materi lainnya, sebagai bekal bagi pengurus, yang sebentar lagi akan dijadikan cabang.” Dari sini jelas Ridhwan Hamidi, Lc adalah ketua WI Yogyakarta.

Pembaca yang budiman. Minimnya informasi lewat Internet terkait WI Jogjakarta memang menyulitkan langkah untuk menguak siapa sajakah nama-nama orang WI Jogjakarta. Kerjasama WI Pusat dengan personnya di Jogjakarta dengan tujuan mendirikan “Universitas Islam Online” seakan menjadi kabur. Mengingat situs WI Makassar semula merilis di situsnya http://www.wahdah.or.id/wahdah/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1, lantas akses ke halaman HTMLnya ditutup.[52] 009 Akhirnya pembaca yang sempat menyimak di artikel “Turatsi..Wadah Ikhwaniyyah Keceplosan?”, dapat menyimpulkan kerjasama lembaga LBIA a.k.a YPIA [53] dengan Wahdah Islamiyah pusat menjadi “safe mode“. Akan tetapi WI masih menunjukkan adanya kerjasama ini lewat url lainnya. Yakni pamflet Ma’had ‘Aly Al Wahdah (STIBA milik Wahdah Islamiyah) masih menunjukkan kepastian adanya kerjasama ini tertulis “Kesempatan emas kuliah gratis di AL MADINAH INTERNATIONAL UNIVERSITY”.[54] “Keunggulan Belajar di Ma’had ‘Aly al-Wahdah. Tersedia kelas khusus Al-Madinah International University (online system)”. [55]

Menurut daftar situs yang direkomendasi WI Bandung, salah satunya tampak situs belajarislam. Situs belajarislam yang dikelola yayasan Al Madinah itu ternyata representasi gerakan Wahdah Islamiyah di Jogjakarta. Hanya ini yang penulis dapatkan dari situs belajarislam sbb : “Profil Yayasan Al-Madinah Yogyakarta. Nama Al-Madinah. Berdiri 2001.Alamat Purwodiningratan NG I/796 Yogyakarta 55261. Pembina PP Wahdah Islamiyah (Korwil Jawa). Misi Menjadi Lembaga Dakwah dan Tarbiyah yang berlandaskan manhaj Ahlus sunnah wal jama’ah. Struktur Lembaga Yayasan Al-Madinah untuk masa kerja 1428-1430 H./2007-2009 M. Penasehat M. Agung Bramantya,S.T., M.T., M.Eng. Ikhwan Nuri, S.Ag. Ketua Abu Abdurrahman Beny. Sekjend Wandi Suwarno, S.E. Humas Irfan Rodli, S.Ag. Keuangan Rofik. Departemen Kaderisasi Abu ‘Ayyub Pardiono, S.PdI. Departemen Dakwah Yudi Wahyudi. Departemen Sosial & Ekonomi Rudi Hudzaifah. [56]

Bisa kita lihat juga situs Yayasan Al Madinah, yang menjadi cikal-bakal WI Jogjakarta ini, mensponsori kajian yang langsung diasuh oleh ketuanya sendiri Ridhwan Hamidi, Lc dan didampingi oleh rekan akrabnya di PP Taruna Al Quran, Aris Munandar, SS. Kutipan : “Pemateri Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. dan Ustadz Aris Munandar, S.S. Tempat Masjid Taruna Al-Qur’an Jl. Lempong Sari 4A Sariharjo Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.[57] Selain itu juga muncul nama lainnya yakni : “Ustadz Alfi Sahr. Ustadz Yayat Hidayat. Ustadz Rudi Hudzaifah. Ustadz Ikhwan Nuri. Ustadz Rafiq dan Ustadz Yudi Wahyudi. Ustadz Abu Ayyub. Ustadz Abu Abdurrahman.”[58] Kalau menurut pamflet MADINA (Madrasah Dirasah Islam N Arab) yang disponsori Departemen Dakwah Ma’had Al Madinah Yogyakarta, nampak nama Qashim Atha (Staff Pengajar Bh Arab al-Madinah), Alfi Sahr (Alumni Sudan), Yayat Hi (Staff Litbang Bahasa Arab al-Madinah). [59]

Tentang Ridwan Hamidi, Lc, untuk tidak memperpanjang tulisan disini, silakan mendalami sendiri profil Ridhwan Hamidi, Lc di artikel yang berjudul “Empat Puluh Satu Informasi tentang Ridwan Hamidi” di footnote ini.[60] Dari sinilah pembaca bisa menilai sendiri apakah saudara Ridwan Hamidi, Lc ini bermanhaj sesuai manhaj ‘tertulis’ WI atau ternyata seorang yang terpengaruh pemikiran gerakan Íkhwanul Muslimin.

Terakhir, ada nama yang disebut di pamflet kajian di Masjid Mu’allimin Yogyakarta yang disebutkan oleh situs WI Yogyakarta. Disana nampak nama-nama baru lagi, selain Ridwan Hamidi, Lc, juga Musthofa Amada, Lc dan da’i YPIA/LBIA Arifin Riddin, Lc[61]. Acara itu diberi judul Kajian Islam Masjid Mu’allimin Yogyakarta, disponsori oleh Yayasan al-Madinah Yogyakarta, Pusdam Al-Shohwah  dengan alamat resmi belajarislam.

Kesimpulan

Sugeng rawuh kepada bapak Abu Muhammad Waskito, silakan buktikan sendiri kota Yogyakarta berhati nyaman. Kabar terbaru, akan ada acara yang digagas Yayasan Al Madinah alias WI daerah Binaan Yogyakarta, yang memadukan dua dai Wahdah Islamiyah, Ust. Ridwan Hamidi, Lc (Pemateri Kajian Ahad Masjid Kampus UGM) & Ust. Abu Muhammad Waskito (Penulis Buku dari Bandung). Akan tetapi para pembaca, sebelumnya harap menyimak kesantunan bapak Abu Muhammad Waskito dengan nickname AMW ini, seperti dimuat dalam BAUS Buas (2) di http://fakta.blogsome.com/2008/05/05/baus-buas-2-konspirasi-untuk-mengelabui-dakwah-ikhwani/. Siapa tahu ada manfaatnya.

Sekian pembahasan ini, potret Wahdah Islamiyah yang bersaling-silang dengan Turotsi, Pustaka Al Kautsar, Ikhwani, dll cukup membuat kita prihatin. Terbukti kini yang dulu malu-malu bergabung seperti Turotsi, kini tidak masalah lagi. Sururi – Turotsi Selalu Koordinasi (STSK). Yah, ruh-ruh itu menempatkan dirinya bersama-sama dalam satu jaringan. Baik di Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Makassar, di pelbagai kota, bahkan di luar negeri, dst.

Akhirnya ‘perjuangan’ yang melelahkan bagi penulis untuk menyusunnya, juga bagi hadirin sekalian untuk membacanya, berakhir sampai disini. Tak lebih tujuannya untuk demi mengungkap informasi sekelumit tentang ormas Wahdah Islamiyah. Semoga bermanfaat. Wallahu ta’ala a’lam bish showab.

Abu Abdillah Ibrahim


[4] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Al Atsariyyah,  CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain, Nasihat Ilmiah Tentang Penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) Makassar. Kontak tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id 085652119189. http://tasjilat.wordpress.com/2007/10/31/katalog-tasjilat-al-atsariyyah/15/

[5] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Ilmi, (0274) 8972 14, 0813 2822 5541, CD-53 Al Ustadz Abu Karimah Askari terkait kesesatan Wahdah Islamiyyah,  http://www.cddakwah-online.com/

[6] Dengarkan CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain dari tasjilat Al Atsariyyah

About these ads

26/12/2008 - Posted by | abu-salafy-01, aqidah, firqah, manhaj | , ,

3 Komentar »

  1. terimakasih infonya. saya jadi tau sekarang, ternyata ustadz abu yahya bukan salafy. sehingga saya nggak segan2 untuk tidak dateng ke pengajiannya. :)…..

    abu salafy 01->>

    silakan antum taklim ke ustadz Abu Hamzah Yusuf, kalau ndak salah di masjid PUSDAI Bandung
    بارك الله فيكم

    Komentar oleh abu az-zidan | 18/01/2009

  2. 1.) Kalau sy nilai sih asalnya dari sakit hati…krn mmg trnyata kecemburuan itu bukan hanya untuk urusan dunia tapi sesama yg ngaku ustadz aja suka cemburu.

    2.) Kalau ga ngaji ke ustadz yg direkomendasikan ama antum berarti bukan ngaji salafy ya????

    3.) Salafy itu cuman boleh dipakai oleh yg ngaji ama ustad antum??kalau ga ngaji ma mereka2…bukan salafy??salafy segitu ya…wah:)

    abu salafy 01->>

    1.)Ini bukan masalah cemburu, tapi ini masalah mengingatkan umat dari bahaya firqah-firqah sesat, yang hanya mementingkan dunia saja.

    2.)Betul, karena salafy (manhaj salaf dan jalan kebenaran) itu cuma satu. Karena jalan yang kita minta kepada Allah azza wa Jalla pada setiap rakaat dalam shalat yang kita kerjakan cuma satu ( al-Fathihah 5: tunjukilah aku jalan yang lurus).

    3.)Lihat nomor 2.)

    Komentar oleh ihsan/abu/abu salafy | 14/02/2009

  3. 1.) kenyataan mmg bhw diantara pmandu org-org yg ngaku penyiar islam sj saling cemburu,yg mlahirkan iri hari,sak sangka,yg ujung-ujungnya mnyesatkan org yg tdak sama dgn dia, gt kan??

    2.) Semua qt sepakat bhw manhaj salaf adalah manhaj yg satu,tp apakah benar yg satu itu adalah yg antum-antum rekomendasikan, shingga jk dluar dari itu bukan manhaj salaf? dapat lisensi dari mane?

    3.) Jika diluar dr rekomendasi antum itu adalah firqah sesat,pelaku bid’ah,jadi jk tidak bertaubat(ikut ngaji ama kelompoknya antum),jd mereka nanti akan masuk neraka??

    abu salafy 01->>

    1.) Cemburu dalam hal apa? Kalau antum bilang cemburu masalah dunia/materi, antum salah, karena kami tidak tergiur sama harta dunia sedikitpun, ustadz-ustadz kami menolak dengan keras dinar kuwait dari ihya at-turots, bahkan memperingatkan semua salafiyyun akan bahayanya, bandingkan saja sendiri, ma’had-ma’had kami dengan ma’had-ma’had salaf’i’ (salaf imitasi) yang mengemis dinar melimpah ihya at-turots dari Kuwait.

    2.) Kalau dakwah mereka dakwah tauhid, menyeru kepada tauhid, faham betul dengan syarat-syarat tahid, mengerti betul makna لا إله إلا الله, mereka memperingatkan agar tidak bertawassul (mengambil perantara) dengan ruh atau kedudukan nabi atau malaikat dan bertawassul dengan kemuliaan para wali dan orang-orang shalih (yang sudah mati), dan mengatakan bahwa syafa’at itu milik Allah semuanya, maka bisa dipastikan mereka adalah orang yang berpegang teguh dengan manhaj salaf, (catatan: klik huruf berwarna buram dan bacalah artikel-artikelnya) mudah-mudahan antum dapat hidayah, إِنْ شَاءَ اللهُ

    3.) Betul, karena kami penyeru kepada tauhid (ket: 2), tidak menyeru kepada partai, tidak menyeru kepada golongan atau kelompok-kelompok (firqah-firqah), tidak pula menyeru kepada kesesatan.
    Firman Allah Tabaraka wa Ta’ala:

    وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِيْنَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ. يَا قَوْمَنَا أَجِيْبُوا دَاعِيَ اللهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ. وَمَنْ لاَ يُجِبْ دَاعِيَ اللهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي اْلأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُوْنِهِ أَولِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ

    “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`an , maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: ‘Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an ) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, sambutlah (seruan)penyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari adzab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari adzab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)

    Komentar oleh ihsan/abu/abu salafy | 21/02/2009


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.