Hidupkan Sunnah HANCURKAN BID'AH

Meniti Jalan Sunnah Rasulullah, Menepis Bid'ah

ABU QATADAH (Bandung)!!!(payah)!!!

Assalamu'alaikum

Menanggapi permintan tanggapan dari zaky. Kebetulan ana di Bandung mengetahui
kedatangan Abu Qotadah bersama Ustadz Abu Hamzah dari Yaman, dan beliau berdua
sempat mengisi ta'lim (sebelum Abu Qotadah bergabung dengan sururi), Ustadz Abu
Hamzah pergi Ke Yaman hampir bersamaan dgn Abu Qotadah, dan di Yaman mereka
berdua adalah sahabat kental, sehingga wajar saja jika Ustadz Abu Hamzah adalah
orang yang paling tahu tentang bagaimana Abu Qotadah dibanding ustadz-ustadz
lain yang bersama di Yaman juga. Akhirnya terjadi apa yang terjadi Abu Qotadah
bergabung dengan sururi yang dulu justru dia sendiri yang mencelanya. 

Lalu sebagai salah satu nasehat agama untuk Abu Qotadah dan untuk salafiyin
dari ustadz Abu Hamzah maka beliau menulis Man Huwa Abu Qotadah. dan serta
merta banyak email ke webmaster salafy.or.id yang menampakkan "kepanasan"
ustadznya di tahdzir (/dinasehati).
 Lalu ustadz Abu Hamzah pun menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya adalah
Syar'i dan merupakan manhaj Salaf.
Kemudian pada saat kajian beliaupun sempat menyinggung masalah ini.
berikut adalah transkrip ta'lim hari ahad setelah dimuatnya ManHuwa Abu
Qotadah, :

Transkrip rekaman kaset ta'lim

Pembicara        : Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Tempat             : Masjid LIPI, Dago, Bandung

Waktu               : Ahad tanggal 12 Oktober 2003 pukul 14.00-16.00

Kitab                 : Annaqdu manhajussyar'I (Kritikan adalah manhaj yang
                        syar'i)

Karya                : Syaih Rabi' bin Hadi Al Madkholi

Alhamdulillahi washolatu wassalamu 'ala rosulillah, segala puji bagi Allah,
sholawat dan salam atas Rosulullah, amma ba'du

Qola Syaikh Robi' bn Hadi Al Madkholi Hafidzohullah : Al Amru bil Ma'ruf wa
nahyi anil munkar , memerintah kepada yang baik mencegah dari perkara yang
munkar adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh ummat ini, dan juga
merupakan kewajiban-kewajiban yang paling besar dimana agama tidak akan tegak
kecuali dengan keduanya, yang pertama adalah amar ma'ruf dan yang kedua adalah
nahyi munkar.

Al Bayan, keterangan :

Menerangkan perkara yang haq kehadapan manusia dan tidak menyembunyikannya
adalah perkara yang besar yang di dalamnya terdapat janji yang besar yaitu
berupa pahala bagi orang-orang yang menjelaskan dan menyampaikannya ke hadapan
manusia, menyampaikan al-'ilmu dan agama Allah subhanahu wa ta'ala. Sebaliknya
ancaman yang keras atas orang-orang yang menyembunyikannya. Allah berfirman
dalam al Baqoroh : 159:" Sesngguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang
telah Allah turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk seteah kami
terangkan di dalam al kitab maka sesunguhnya mereka itu dilaknat oleh Allah dan
mendapatkan la'nat dari orang-orang yang melaknat" 

Hal ini yaitu menerangkan perkara yang haq kepada manusia dan mengajak orang
untuk loyal kepada ahlinya serta menjauhkan manusia dari perkara yang batil dan
memerintahkan untuk meninggalkan para ahli batil, itu ditolak dan dikaitkan
oleh ahli bid'ah dan ahlul dolal dan sufiyah dengan perkara al Ghibah. Nah
seperti inilah ya ikhwan ahlul bid'ah ketika dikritik mereka akan mencari
seribu alasan untuk menghindar dari kritikan itu. Dan Allahul musta'an ketika
kita berbicara tentang sii fulan, atau jamaah fulan maka akan datang serta
merta bersama itu tuduhan-tuduhan ghibah. Ummat sekarang ini sudah banyak tidak
tahu tentang masalah gibah. Adapun ahlul bid'ah, makanya ya ikhwan, tentunya
tidak mau jika aurot kesesatan mereka  itu terbongkar sehingga mereka
bersembunyi dengan alasan ghibah. Miskin.. memang mereka ini ahli bid'ah,
miskin.. ahlul dolal dan orang-orang sufiyah ini  yang biasa senyum disana
senyum disini yang damai disana dan damai disini, semua dianggapnya sebagai
kawan
 bahkan orang-orang kafir pun dianggap kawan uhffilakum dari mereka-mereka ini
ya ikhwaan, hindarkan diri diri kita dari mereka yang mengatakan demikinan.
Na'am , jadi kita jelaskan sekali lagi jadi ahlil bid'ah bersembunyi dari
kritikan-kritikan itu dibalik alasan ghibah. 

Wa Allahul musta'an ketika ana menulis tentang Abu Qotadah, maka dengan serta
merta datang tanggapan-tanggapan yang hampir semua  mengatakan, ?ini ghibah ya
akhi, dia seorang da'i tahuid ya akhi? dia seorang da'i yang menyerukan untuk
meninggalkan bid'ah ya akhi.. . Maka saya katakan pada mereka aku tidak peduli
walaupun 500 orang atau 2000 orang mengenal sunnah melalui tangannya abu
Qotadah, mengenal bid'ah melalui tangannya Abu Qotadah , tetapi kalau orang itu
tidak lurus dan malah bermuamalah dengan ahlul bid'ah Ya opo? ? Apa artinya?
Hal ini semua tidaklah menjadikan saya untuk diam berbicara tentangnya.
Orang-orang munafiq mereka mempunyai kebaikan, tetapi tidak sedikitpun Allah
menyatakan pujiannya di dalam Al Qur'an. Orang- orang khawarij, Masya Allah,
bacaan quran mereka , jidat-jidat meraka hitam, tetapi Roulullah tetap mencerca
mereka, bahkan A'isyah Radhiallahu 'anha mengatakan mereka kilabu ahlinnar,
anjing neraka. Na'am. Kalau seandainya perkara menerangkan kepada ummat
 tentang yang haq dan menjauhkan dari perkara yang batil itu merupakan ghibah,
tentu Rosulullah telah bergibah, para shahabat telah berghibah, ibnu Umar telah
menggibah Qodariyah, Ibnu Abbas telah menggibah khawarij, maka tentu juga para
tabiin telah telah bergibah dan semua ulama Islam telah berghibah, dan ini
perkara yang mustahil bagi mereka, karena mereka bukan orang-orang yang tidak
tahu tentang ghibah. Dan kita nasehatkan juga kepada orang-orang kecil itu
untuk  pelajari gibah, membahas secara khusus tentang ghibah agar mereka
mengetahui seperti apa yang dinamakan ghibah dan seperti apa yang dinamakan
mengkritik secara syar'i. na'am.

Qola [Syaikh Rabi'] : wal ghibah Laa Syak annaha haroomun ?, dan tidak ragu
lagi bahwa ghibah merupakan perkara yang diharamkan dan juga melanggar
kehormatan muslimin serta darah-darahnya serta harta-hartanya juga perkara yang
diharamkan. Demikianlah Rosullullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah
berkhutbah pada hari idul adha seperti yang diriwayatkan dari Abu Bakroh
rhadiallahu 'anhu beliau berkata: beliau [Rosul] bertanya hari apakah ini? Maka
para sahabatnya menjawab Allah dan RosulNya  lebih mengetahui, lalu kami diam.
Lalu Rosul bertanya lagi, bukankah ini hari Adha? Para sahabat menjawab  benar
ya rosulullah, Lalu Rosulullah bertanya lagi , Bulan apakah ini? Para Sahabat
menjawab: Allah dan Rosulnya lebih mengetahui, lalu kami diam sehngga kami
mengira bahwasanya Rosul akan menyebutnya dengan nama lain. Rosul bertanya
lagi, apakah ini bulan harom?, ..ya'ni para sahabat sebenarnya tahu bahwa ini
bulan harom tetapi khawatir Rosullullah akan menyebut bulan harom dengan sebutan
 lain. ?Lalu kami jawab, benar ya rosullulah. Lalu Rosulullah bertanya lagi
Negeri Apa ini? Lalu kami diam sampai-sampai kami mengira  rosul akan
menyebutkan negeri itu dengan negri lain, lalu Rosul bertanya lagi : bukankah
ini Negeri Harom yang telah ma'ruf ,diketahui dan masyhur ? maka para sahabat
pun mengetahui bahwa negeri itu negeri harom, lalu sahabat mejawab: benar ya
Rosulullah. Kemudian Rosulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah telah
mengharamkan atas kalian darah-darah kalian dan harta-harta kalian serta
kehormatan-kehormatan kalian seperti keharamannya pada hari ini, ya'ni yang
memiliki kehormatan, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini" (Muttaqun
'alaih). Jadi jelaslah bahwa dengan hadits yang disampaikan atau diriwayatkan
dari Abu Bakroh ini merupakan suatu dalil bahwasannya ghibah itu adalah
aperkara yang diharamkan, tetapi masalahnya jangan sampai perkara yang gibah
dikatakan ghibah dan yang bukan ghibah juga dikatakan ghibah. Harus ada yang
pembedaan antara yang ghibah dan yang bukan. 

Tidak setiap menceritakan kejelekan orang lain itu disebut ghibah tetapi harus
melihat sisi-sisi ketentuan dari perkara itu, tidak mungkin ya ikhwan para
ulama para ahli hadits ketika menceritakan tentang fulan do'if, fulan kadzab,
fulan begini dan begini , itu dikatakan ghibah. Apakah ada yang mengatakan ini
ghibah? Kalau ada orang ini telah majnun [gila], yaa. Ga mungkin, ya ikhwan,
masalah yang seperti ini disebut ghibah. Ar Rosul shalallahu'alaihi wassalam
pernah menceritakan tentang Abu Jahm, Rosul juga telah menceitakan tentang
Muawiyah ketika mereka ingin meminang seorang shohabiyah lalu kemudian dua
orang ini kembali, lalu rosul menceritakan tentang dua orang ini . Kedua orang
ini ketika diceritakan oleh Rosulullah shalallahu 'alaihi wasallam mereka tidak
ada di tempat. Apakah kita katakan bahwa Rosulullah telah berghibah, sementara
rosulullah sendiri yang bersabda dalam hadits ini Allah mengharamkan
darah-darah kalian, mengharamkan harta-harta kalian dan mengharamkan
 kehormatan-kehormatan kalian, na'am. 

Wallahu subhanahu wata'ala berfirman dalam AlQuran surat Al Hujurot :12 : "
Wahai orang -orang yang beriman, jauhilah oleh kalian banyak prasangka, karena
sebagian prasangka adalah dosa, dan janganlah kalian saling intai mengintai,
dan janganlah kalian salng gibah menggibah, apakah kalian menyukai memakan
daging saudaranya yang telah menjadi bangkai, tentu kalian membencinya" [Qola
Syaikh Rabi ] Laa syak ?,  Maka tidak ragu lagi bahwasannya daging-daging kaum
muslimin ini hukumnya harom, diharamkan bagi seseorang untuk membunuh kaum
muslimin, dan orang yang mengghibah saudaranya seolah-olah ia sedang memakan
bangkai, dan siapa orang yang sanggup untuk memakan bangkai yang sudah busuk,
tentu tidak ada. Tentu saja setiap jiwa ini menolaknya. Akan tetapi demi
tercapainya kemaslahatan dan demi tercapainya maksud-maksud Islam, demi
terproteksi nya agama ini  serta terjaganya agama ini, maka Allah subhnahu wa
ta'ala membolehkan perkara-perkara yang kadang-kadang bentuknya seperti ghibah
 tapi ia tidak termasuk di dalam ghibah. Maka seorang manusia yang salah yang
terjatuh ke dalam kesalahan dan diperingatkan atas kesalahannya itu maka ini
adalah perkara yang wajib dan harus dilakukan, dan ini disebut nasihat, disebut
pula sebagai bayan sebagai penjelasan, maka ini adalah perkara ushul, mendasar
dalam Islam yang harus di tegakkan. 

Karena kalau tidak ada yang menegakkan akan tercampur aduklah antara yang haq
dan yang batil sementara Allah mengatakan " ditampakkannya yang haq itu dalam
rangka menggempur yang batil " sementara kalau yang haq ini tidak digunakan
untuk menggempur yang batil maka bisa jadi akan tercampur dengan yang batil
atau bahkan kebalikkannya yang batil akan menggempur yang haq. Na'am, bila
sunnah itu mati maka bid'ah yang akan hidup bila sunnah itu hidup maka bid'ah
yang akan mati. Dan demikianlah ya ikhwan, jadi kita memperingati orang yang
ada padanya mukholafah, yang ada padanya penyimpangan, kemudian kita ingatkan,
ini adalah nasihat, dan juga bayan, bukan termasuk permasalahan ghibah.

Qola [syaikh] tujuannya agar agama ini tidak hancur, .karena juga kita harus
ketahui bahwa betapa banyaknya  manusia yang telah bersalah dan betapa banyak
nya yang telah terjerumus pada kesalahan dan sangat banyak sekali
manusia?manusia yang terjerumus dalam kesesatan yang hawa nafsu telah
menyetirnya, wal iyadubillah, bahkan sebagian orang-orang sholeh juga yang
telah disetir oleh hawa nafsunya sehingga hawa nafsunya juga telah mengalahkan
dirinya akhirnya orang sholeh itu terjerumus kedalam ke salahan dan berbicara
tentang Allah tanpa ilmu.

Na'am, bila kita sudah melihat kenyataan seperti ini, tentu sangatlah harus
adanya tanbih dan sangatlah harus adanya nasihat, bila kita ketahui bahwasannya
mujtamaul muslimin, masyarakat muslimin itu banyak yang terjatuh pada kesalahan
bahkan bukan masyarakat muslimin saja tetapi dai'-dainya juga yang dulunya
sholeh kemudian menjadi tholeh, yang dulunya sholeh terjerumus ke dalam
kesesatan maka ketika ini wajib hukumnya meberikan bayan, keterangan,
memberikan nasihat memberikan tanbih kepada ummat  dari kesalahan yang
dilakukannya agar ummat ini tidak mengikuti kesalahan yang diikutinya, na'am
bila dibiarkan tentu mafsadah yang lebih besar. Kerusakan yang lebih menyebar
luas, na'am. 

Qola [Syaikh]  dan inilah diantara kelebihan?kelabihan di ummat ini yang
membedakan antara ummat ini dengan ummat lainnya, dan diantara kelebihan itu
diantaranya bahwasannya Allah melebihkan din ini di atas agama-agama yang
lainnya  dimana Allah menjanjikan untuk menjaga Agama ini, Allah berfiman: "
Sesungguhnya Kami yang menurunkan ad Dzikro dan Kami pulalah yang menjaganya"
maka Allah subhanahu wata'ala menjaga din ini melalui tangan tangan ummat ini
yang Allah telah memujinya dalam firmanNya : "Kalian adalah sebaik-baik ummat
yang dikeluarkan di tengah-tengah manusia dalam rangka memerintah kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan kalian beriman pada Allah"

Karena itu ya ikhwan, jadilah para pembela-pembela agama Allah, jadilah
pembela-pembela Sunnah Rosulullah shalallahu' alaihi wa sallam. Na'am, kita
yakin bahwasannya Allah telah menjaga agama ini dengan penjagaan Allah ini
melalui tangan-tangan kita, na'am, melalui kesungguhan kita untuk menjaganya
dari perkara-perkara yang baru, dan perkara-perkara  yang batil sekalipun.
Na'am, oleh karena itu maka jadilah kalian pembela-pembela sunnah, jadilah
kalian pembela Allah dengan membela agamaNya. Lebih baik bagi kita ya ikhwan
memiliki musuh seluruh isi dunia dari pada kita memiliki musuh Allah di akhirat
nanti gara-gara kita tidak mau menjadi pembela agamaNya. Lebih baik kita
mempunyai musuh sejuta atau dua juta atau berjuta-juta di dunia ini dari pada
kita mempunyai musuh Rosulullah shalallahu 'alaihi wasallam karena kita tidak
mau membela Sunnahnya. Ini ya ikhwan yang perlu kita tegaskan. Na'am, kita
nyatakan yang haq itu adalah haq dan yang batil adalah  batil. 

Qola [syaikh] maka diantara yang termasuk ke dalam amar ma'ruf nahi munkar itu
adalah mengkritik kesalahan-kesalahan dan menerangkannya serta menjelakannya ke
hadapan manusia dan ini bagian dari amar ma'ruf nahi munkar dan mengokohkan
ummat ini di atas dinullah, dan mengusir atau menghilangkan
penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dan
pelanggaran yang dilakukan ahli batil atas agama ini.

Kita cukupkan dulu sampai sini, karena sepertiya sudah sore.

Subhanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu alla lailaha ila anta astaghfiruka wa
atubu ilaika

Walhamdulillahirobbil 'alamin.

Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya
(mengingatkan akan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil,
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh -yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi,
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah,
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin -rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru,
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun,
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah - miskin. mereka -
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah
sururiyyah -inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam
bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah -
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq
dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *),
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng
bangunan dari Bandung. yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had
Ihya`us Sunnah -yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-,
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait,
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai
membuat manhaj jadidah! 

Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. 

Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?"
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.

Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam
hal ini ya. Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli
lapang Dadaha (Tasikmalaya) -hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-,
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya. Qotaad, segeralah
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu -bila
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an. Wal 'Ilmu indallah wal
hamdulillahi robbil 'alamin.

Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)

Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id,
At Turots cabang Indonesia. 

**) Lebih lanjut silakan lihat lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya,
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan,
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.

Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)

Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)

============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://webmail.salafy.or.id/
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy @ freelists.org"
Free Webmail @ assalafi.ath.cx , @ assalafi.cjb.net , @ assalafi.mine.nu , @
assalafi.za.net , @ salafy.ath.cx, @ salafy.cjb.net , @ salafy.mine.nu , @
salafy.za.net , @ salafy.zzn.com , @ s.salafy.or.id , @ user.salafy.or.id
----------------------------------------------------------------------------

Other related posts:

  • [milis-salafy] Fwd: [ukhuwah.or.id] HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!! (payah!!!)
  • [milis-salafy] Re: Fwd: [ukhuwah.or.id] HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!! (payah!!!)
  • 27/12/2008 - Posted by | abu-salafy-01, aqidah, firqah, manhaj | , ,

    1 Komentar »

    1. UNTUK JA’FARIYYIN DAN JA’FARIYAT *****YYIN DAN ******YDT jangan QILA WA QAL SUDAH TABAYYUN DAN IQAMATUL HUJJAH BELUM….? SOFYANALATSARI.BLOGSPOT.COM

      abu salafy 01->>

      WAAAAH ENTE SALAH BUNG, KALAU MASALAH MR. JA’FAR ENTE BISA BACA DISINI ATAU DISINI

      Komentar oleh SUFYAN | 13/01/2009


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s