Hidupkan Sunnah HANCURKAN BID'AH

Meniti Jalan Sunnah Rasulullah, Menepis Bid'ah

ANTARA DAKWAH dan HARTA

Dakwah, antara Jamarto, Yazid Jawaz dan Aunur Rofiq

Nukilan
“…Seperti yang antum ketahui dan antum dengar bahwasanya di negeri kami Indonesia telah terjadi fitnah antara da’i-da’i salafiyyin dan penyebabnya sangat banyak sekali. Sebab terpenting adalah kedatangan Syarif bin Muhammad Fu’ad Hazza’ ke Indonesia dan dia mengajak ustadz Ja’far untuk mubahalah, kemudian dia menulis kitab “Kasyifuz Zuur wal Buhtan fi jawab Hizb Degolan”. Kandungan kitab tersebut adalah cercaan dan cacian terhadap saudara kita Ja’far Umar Thalib dan Muhammad Umar As-Sewed.
Lalu tersebarlah  fitnah ini di kalangan du’at salafiyyin dan terjadilah tuduhan-tuduhan besar diantara mereka dengan perantaraan murid-murid Syarif Hazza’ serta dengan bantuan Yusuf Utsman Ba’isa, dia (Yusuf Ba’isa) membela pemikiran-pemikirannya (Syarif-pent.). Dan Yusuf ini terpengaruh dengan fikrah Ikhwaniyyah dan fikrah Syarif Hazza’!


Cukuplah bagi antum (dalam hal ini-pent.) bukti-bukti dan persaksian-persaksian dari surat/tulisan Al-Akh Ja’far.
Akhirnya kami mengharapkan nasehat dan kedatangan antum ke Indonesia. Jazakumullahu khairan.
(tanda tangan)
Yazid Abdul Qadir Jawaz”

Lalu di mana KLIKnya antara FAKTA surat BERHARGA di atas dengan permasalahan yang akan kita bahas?

Selengkapnya
Hari masih pagi ketika dari kejauhan terdengar serentetan bunyi “tek dhung” berkali-kali, matahari belumlah menampakkan diri. Sesekali pula dentuman menggelegar “buum”, takbir yang dikumandangkan dengan pengeras suara masjid terus terdengar membahana semakin menambah “meriahnya” suasana. Suara itu bukanlah suara mercon dan petasan dan takbir itu bukanlah takbir hari raya Ied ketika umat Islam merayakannya. Itu adalah gambaran yang paling sederhana ketika peperangan pecah di kota Ambon! Takbir itu terus dikumandangkan dari masjid Al-Fatah Ambon dan seolah tidak mau kalah, gereja Maranatha terus membunyikan lonceng dan lagu-lagu gerejawi “Hosana” untuk menyemangati Laskar Kristusnya.  Sementara di beberapa tempat di ketinggian bukit, balon-balon udara semakin membubung ke angkasa, dibawahnya bendera RMS berkibar dengan angkuhnya. Peperangan terus berlangsung. Semakin malam, semakin tampak di langit yang gelap kilatan-kilatan cahaya berhamburan di angkasa, benar kilatan amunisi beterbangan bagaikan pesta kembang api si durjana.
Nun jauh di sana, di seberang lautan para pengamat sibuk berbuih-buih meramaikan koran dan TVnya agar laris terjual dengan berbagai prediksi murahan dan analisa rekaan. Memamerkan kebodohannya, sibuk berkelit dan menipu diri, ini adalah konflik horozontal antara pendatang dengan penduduk asli, permasalahan ketimpangan sosial yang menjadi penyebabnya, bukan perang agama tetapi tawuran antar geng!
Tanyakan kepada bapak-bapak kita yang memang bertugas menjaga kedaulatan negeri ini. Jika bendera RMS sudah berkibar, adakah ini merupakan tanda-tanda tawuran antar geng? Lagu-lagu gereja terus berkumandang dan takbir masjid Al-Fatah yang bersahutan dan mereka (para pengamat dari kejauhan) mengatakannya sebagai tawuran antar “kelompok”? Konflik antara pendatang dan penduduk asli? Hanya orang bodoh yang akan menjawab demikian.
Berapa banyak tentara TNI yang meninggal karena menjadi sasaran para “sniper’ (penembak jitu) ketika “konflik” ini terjadi? Adakah yang percaya bahwa para “sniper’ tersebut adalah para anggota geng yang sedang tawuran? Para sniper bersenjata khusus tersebut adalah orang-orang sipil? Tidak bisa dipungkiri, memang ada elemen-elemen pengkhianat negara yang menjadi agen RMS dalam permasalahan ini. Jelas bahwa RMS punya simpatisan dan kader. Tetapi demikianlah, sekian tahun para pengamat politik itu meninabobokkan masyarakat dengan analisa sok tahu dan dusta mereka sampai akhirnya rakyat Indonesia tidak mampu lagi didustai kenyataan (yang sebenarnya sudah sekian tahun terhidang) di layar kaca ketika menyaksikan atraksi para pemberontak RMS (Republik Maluku Sarani) itu yang dengan angkuhnya menari-nari di depan bapak SBY –semoga Allah merahmati dan melindungi beliau- !!
Masyarakat “baru sadar”, ternyata pemberontak RMS itu bukanlah isu “isapan jempol” yang dilemparkan oleh LJ!! Para pengamat politik itu yang sekarang giliran “mengisap jempolnya” karena tidak mampu lagi menahan lebih lama kebohongan analisa ngawurnya!
Jika bendera sudah berkibar, makar pemberontak tlah menunjukkan taringnya! Benar, RMS telah lama mengibarkan benderanya berupaya mendirikan Republik Maluku Sarani (baca:Nasrani)!! Dalam situasi seperti itulah hadir Ja’far Umar Thalib beserta segenap teman-temannya. Tetapi tulisan ini bukanlah untuk menceritakan kisah “perjuangannya’. Artikel ini adalah sisi lain dari “perubahan” sikap, tingkah laku dan pemikirannya” pasca pembubaran LJ. Benar, LJ hanyalah bagian dari sejarah dan tidak ada niat sekecil apapun untuk membangunkannya kembali. Jazahumullahu khairan atas sikap dan ketegasan pemerintah dalam menghadapi para pemberontak.
Sangat mungkin banyak diantara pembaca yang tidak memahami siapa sosok Jamarto seperti judul di atas. Tetapi kalau sosok Ja’far Umar Tholib tentulah sudah banyak yang mengetahuinya. Padahal kedua nama tersebut dimiliki oleh orang yang sama walaupun nama Jamarto lebih “berbau” Jawa yang sebenarnya hanyalah panggilan singkat yang praktis (JA’far uMAR ThOlib alias JUT) sepraktis jalan hidup yang saat ini dipilihnya. Tidak jelas kapan tepatnya nama ini diresmikan penggunaannya di bumi pertiwi ini,  hanya saja barometer sederhana yang bisa kita pegang bahwa nama tersebut muncul seiring dengan sikap keras kepalanya yang “ogah” membubarkan Laskar Jihad untuk mematuhi nasehat para ulama.
Artikel yang kami hadirkan ini terbagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah file lama (dengan sedikit perubahan dan tambahan footnote) yang dulunya adalah “surat elektronik” tulisan akh Abdul Ghafur Malang yang dikirimkan via email ke redaksi majalah Salafy pada tahun 2003 yang lumayan membikin marah dan merah “telinga” ex Panglima LJ dan bagian kedua adalah bukti data mutakhir metamorfosis dakwah Jamarto yang dikumpulkan oleh akh Ibrahim dimana pada akhirnya ex Panglima LJ berubah profesi menjadi “centeng” dzikir rame-rame Arifin Iham As-Sufi, semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, amin.
Bukti tersebut kami nukil dari CD Badai Fitnah Dakwah Ihya’ At-Turots di Indonesia.

Bagian Pertama—————–
MENGEMBALIKAN TUDUHAN,
MEMBUNGKAM PENANTANG[1]
(BERBUAT ADILLAH WAHAI PAK JA’FAR!)

(Tanggapan Terhadap Tulisan “Berbuat Adillah Wahai Salafiyyin!!)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hanya satu kata yang pantas kami ucapkan kepada antum:”Allahu yahdik!”. Berat rasanya bibir ini untuk mengucap, kelu dan pahit lidah ini melafadzkan “ustadz” kepada antum. Rasanya lebih pas jika sekarang kami menyebut antum dengan pak Ja’far. Lebih lancar bagi kami dan tentunya lebih sesuai sebutan tersebut untuk antum. Sekian hari ini ada dorongan yang sangat kuat untuk memegang pena menggerakkan tangan menuliskan kegundahan hati dan kecemburuan jiwa. Maka ketika bapak membaca tulisan ini, berarti dorongan tersebut telah membuncah dan tidak lagi dapat dibendung.
– Ingatkah ketika bapak (ditantang) bermubahalah dengan Syarif cs (geng Ihya’ut Turots-pen), kami berada di belakang bapak karena kami yakin bapak berada di pihak kebenaran.
– Sebelumnya, bukankah bapak pernah menulis tentang Alwi Al-Maliki di majalah As-Sunnah yang menimbulkan polemik sangat keras dan kami masih kagum dengan keberanian bapak menyampaikan Al-Haq.
– Bapak juga tahu persis ketika terjadi fitnah Abu Nida’ cs, Cahyo “katsirul lisan” Qolbun Salim Malang[2], kami sebagai bagian Salafiyyin di Malang tetap bangkit bersama bapak melawan pemikiran Sururi di Indonesia.
– Bahkan terakhir ketika Ustadz Yazid terbawa dalam fitnah itu, kamipun tetap bersama bapak.
– Puncaknya ketika terjadi pembantaian kaum Muslimin di Ambon, kami tetap bersama bapak berangkat ke medan jihad dengan bekal fatwa ulama Ahlussunnah. Kita berkeringat dan berdarah-darah bersama bahu membahu membantu kaum Muslimin Ambon.
Seiring dengan lamanya derap langkah dalam berjihad, karena adanya kelemahan dan keterbatasan ilmu yang kita miliki (terutama amirul jihadnya) sedikit demi sedikit mulai bergeser dari jihad Salafi ke jihadnya Hizbi. Dan ini merupakan konsekwensi jika jihad dipimpin oleh selain ulama! (sebagaimana bapak pernah berkata bahwa di Indonesia tidak ada ulama). Maka datanglah fatwa masyayikh (karena penyimpangan yang nyata-nyata kita lakukan) agar kita kembali belajar dan menuntut ilmu.
Apa reaksi bapak?
Jihad jalan terus, walaupun dengan itu bapak berangkat sendirian! yang bubar khan FKAWJnya.
Kenyataannya: Bapak sampai sekarang masih di Yogja berkumpul bersama keluarga, bahkan meneruskan penerbitan majalah KHOLAFY sebagai majalah dari bapak Ja’far, untuk pak Ja’far dan oleh pak Ja’far.
Pertanyaannya: Lalu kapan berangkat berjihadnya pak? Ternyata jawabannya ada di majalah KHOLAFY no.1/th.5 dengan terbitnya istilah “jihad bil lisan”. Jadi jihadnya jalan terus dengan kafilah jihad bil lisan –made in- pak Ja’far. Yang lainnya? Ya DO (Drop Out).
Jika demikian kenyataannya, maka kami memang pantas di DO dari madrasah Al-Jihad karena kebodohan dan keterbatasan ilmu yang kami miliki serta kami bertaubat kepada Allah Ta’ala dari segala kesalahan dan penyimpangan ketika melaksanakan jihad. Ini merupakan kenyataan! Sungguh kami merasa bersyukur atas turunnya nasehat dari para Masyayikh tersebut. Kami tidak malu untuk di DO karena kami memang tidak pantas untuk terus mengemban amanat jihad yang mulia ini! Dan syukur kami yang tiada tara atas rujuknya para Asatidz salafiyyin kepada Al-Haq sehingga dapat meneruskan kembali dakwah Salafiyyah dalam membimbing kami yang awam ini. Walhamdulillah.
Sebenarnya sejak pembubaran FKAWJ sampai dengan bulan Mei ini (2003), di Malang relatif sangat hati-hati dalam menyikapi persoalan bapak, bahkan sangat hati-hati. Hanya saja tulisan bapak di majalah KHOLAFY itu membuat kami tidak mampu lagi menahan gejolak amarah dan kecemburuan ini! Tantangan bapak mesti dibungkam! Tuduhan bapak kami kembalikan lagi karena “tidak pantas” rasanya menerima gelar kehormatan itu, terima kasih!

#Duhai orang yang menyamakan dirinya dengan Imam Bukhari Rahimahullah!!
Sungguh analogimu itu adalah qiyas yang bathil dan rusak! Bagaimana tidak, Imam Bukhari Rahimahullah menyampaikan pembelaannya secara ilmiyyah baik dari diri beliau sendiri maupun dari para A’immah lainnya dari fitnah dan kedustaan tersebut. Sementara bapak? Apa pembelaan ilmiyyah anda?! Bukankah bapak “menduga” bahwa para ustadz kami memisahkan bapak dengan ikhwan-ikhwan Salafiyyin?! Dan justru ustadz-ustadz kami yang dengan jujur mengakui ketergelinciran kita semua dalam tandzim hizbiyyah dengan bapak sebagai amirnya justru bapak katakan sebagai pengkhianat dan kedustaan, pencoleng fatwa ulama!
“Tetapi Allah Maha Tahu dan Dia membongkar segala kejahatan di balik alas an-alasan yang memakai atribut agama itu…Dan bukan kesan buruk yang dibikin-bikin oleh para pencoleng fatwa ulama itu. Camkanlah! Pengkhianatan dan kedustaan itu berulang-ulang terus dari masa ke masa. Hanya saja pemainnya yang berganti-ganti”(KHOLAFY I/5, hal.52).
Maka kami katakan:
Kami sebagai bagian dari Salafiyyin merasa marah dan tidak terima jika ustadz-ustadz kami dihina dan direndahkan, dikatakan sebagai “gerombolan orang berbuat hura-hura”(KHOLAFY I/5, HAL.46) dan para ulama kami dihina, kami akan bangkit membela mereka!! Lupakah bapak bahwa ketika dulu bapak makan dengan enak dan tidur di kasur yang empuk, saat yang bersamaan saudara-saudara kami ada yang makan hanya dengan ikan asin bahkan rumput! Bapaklah yang hura-hura! Dan Subhanallah, ketika jari telunjuk bapak diarahkan kepada ustadz-ustadz kami, justru  pada saat itu tiga jari lainnya menunjuk kepada bapak sendiri!!!
Bapaklah yang mengemudikan bus yang kami tumpangi dan membelokkan arahnya dari jihad Salafi ke jihad Hizbi! Bukankah dari lisan bapak keluar “titah-titah” yang telah mengarah kepada pemahaman bid’ah?! Betapa mudahnya bapak…..bapak tidak dapat menyangkal dan berkelit dari penyimpangan ini!! Kamilah saksinya! Bahkan seluruh Salafiyyin dari Sabang sampai Merauke akan dengan mudah menjelaskan penyimpangan bapak!! Ini adalah kenyataan, perkara ini bukanlah fitnah, pengkhianatan ataupun kedustaan. Suara-suara bapak masih terekam di kaset-kaset, ucapan-ucapan bapak masih terngiang-ngiang di telinga-telingan kami! Janganlah memutarbalikkan fakta ini, bapak bisa pusing jadinya.
“Semua kedustaan dan kepalsuan yang meliputi kehidupan di dunia ini akan terbongkar dan terbukti kekejiannya…Oleh sebab itu biarlah kedustaan dan kepalsan itu berhasil ditutup-tutupi oleh pelakunya dan serahkan semua itu kepada Allah Ta’ala yang akan membongkarnya dengan cara-Nya sendiri…..Perjuangan di jalan Allah haruslah dilakukan dengan ta’awun (tolong-menolong) menurut tuntunan syaria’h Islamiyah. Dan untuk itu masing-masing kita mencari teman yang tidak pernah mengkhianati kita dan tidak pernah mempernmainkan kita dengan kedustaannya. Agar perjuangan dapat dilaksanakan dengan aman, tanpa ada kekuatiran untuk ditikam dari belakang”(KHOLAFY, I/5, hal.07).
Camkanlah! Bapaklah yang telah mengkhianati amanat kami! Bapaklah yang mengkhianati para Masyayikh! Bapaklah yang berbuat kedustaan!! Bapaklah yang menikam kami semua dari belakang dan bahkan menjerumuskan kami semua ke dalam hizbiyyah!! Bapaklah yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan atas nama “komando yang tak terbantahkan” bahkan dosa jika tidak mentaatinya!! Komando bapak sungguh merupakan komando yang membinasakan diri dan agama kami!!
Sekian bulan ini kami diam dan bukan karena para ustadz kami menyampaikan berita fitnah dan dusta tentang bapak. Tetapi kami menunggu dan menunggu rujuknya bapak kepada Al-Haq, mengakui dengan jujur atas kesalahan yang telah kita dan bapak lakukan, memohon ampun kepada Allah Ta’ala dan permohonan ma’af bapak kepada seluruh Salafiyyin di Indonesia. Kami semuanya berhak mengetahui sikap rujuknya bapak karena bapak pernah memimpin kami!! Tetapi apa yang kami dapati?!
Di majalah bapak tidak ada satu kalimatpun bahkan satu hurufpun rasa penyesalan mulai dari awalnya sampai akhirnya. Justru yang ada malah tuduhan-tuduhan keji dan kotor terhadap ustadz-ustadz kami!!! Jelas-jelas bapak tidak rela terhadap pembubaran FKAWJ dan menggelarinya dengan istilah orang-orang yang DO dari madrasah al-jihad, bahkan menyuruh bertaubat?!
“Beruntunglah orang-orang yang berhasil lulus dari madrasah al-jihad dan menjadi alumninya, dan rugilah orang-orang yang DO dari madrasah ini…Bertaubatlah wahai orang-orang yang DO, selama hayat masih dikandung badan, dan berusahalah kembali menjalani pendidikan di madrasah al-jihad dan berusahalah sungguh-sungguh, jangan sampai gagal lagi. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”(KHOLAFY I/5, hal.31).
Sungguh pola fikir bapak telah terjungkir balik! Kalau memang ilmiyyah, tentunya bapak akan dengan rinci menjelaskan kedustaan, fitnah, kepalsuan dan pengkhianatan tersebut (dan inilah gaya Sururiyyin ketika “membantah secara ilmiyyah” bukti-bukti Hizbiyyah mereka yang diajukan oleh Salafiyyin-pen)!! Apakah bapak benar-benar telah pikun bahwa kami (walaupun bukan bagian dari Asatidz) juga terlibat langsung dalam amalan jihad ini?! Kami mayoritasnya memang masih awam dalam dien ini, tetapi kami bukanlah orang-orang dungu yang pengecut sehingga tidak mau mengakui penyimpangan yang telah kami lakukan!!
Benar-benar kami bersyukur atas turunnya fatwa para Masyayikh tersebut, entah selangkah lagi jadi apa dakwah salafiyyah di Indonesia ini!! Kami mengakui kesalahan-kesalahan yang kami lakukan!! Dan kesalahan ini bukanlah kedustaan atau cerita yang mengada-ada. Kami rujuk kepada kebenaran. Betul-betul kami mencintai Syaikh Rabi’ dan Masyayikh lainnya yang memiliki kepedulian dan kasih sayangnya kepada kami!! Jangan rendahkan mereka!! Jangan hinakan mereka!! Kami semua akan marah dan bangkit membelanya!!
Entah setan mana yang telah membisiki bapak sehingga rujuknya kami semua (walhamdulillah) diterjemahkan oleh bapak sebagai pengkhianatan, kedustaan dan kepalsuan serta kesan buruk yang dibikin-bikin oleh para pencoleng fatwa ulama!!
Sekali lagi, bapaklah yang telah mengkhianati amanah kami, bapaklah yang selama ini imendustai kami dengan menyembunyikan hizbi dibalik baju salafi!! Memang, kelebihan bapak dalam berorasi hampir kami semua mengakuinya, kelebihan ini juga bapak akui sendiri (satu-satunya pengakuan jujur yang masih tersisa dari diri bapak!):
“Kita di dunia ini bisa saja bersilat lidah dalam segala perkara. Perbuatan dusta dan khianat dianggap enteng karena dilakukan dengan alasan takut sesat dan menyimpang dari jalan Allah. Padahal yang didustai dan dikhianati adalah para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dan para Salafiyyin”(KHOLAFY I/5, hal.06). Bukankah ini pengakuan yang paling jujur?! Nah.
Kami teringat ketika bapak berceramah di Malang, bapak menyampaikan singkatan dari salah satu lembaga dengan sebutan “pol-polane ngapusi”-jawa, begitu mendengar istilah singkatan itu maka kami semua tertawa. Setelah turunnya fatwa Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, barulah kami tersadar dari mimpi buruk bahwa bapak memang benar-benar memiliki “Sihrul bayan”. Ternyata, tertawanya kami tersebut hakekatnya tidak lain adalah kami sedang menertawakan diri-diri kami sendiri yang sedang dibodohi oleh orang yang pandai bersilat lidah!! Bukankah guyonan semacam itu dan bahasa lainnya yang sejenis sering bapak ucapkan di mimbar-mimbar telah menyimpang dari pemahaman salafush shalih?! Apakah bapak juga akan mengatakan bahwa ini semua adalah dusta?! Fitnah?! Kepalsuan?!
Jika semua ini adalah kenyataannya, maka dari sudut mana bapak menyamakan kejadian memilukan dan memalukan yang bapak alami sama dengan kejadian yang dialami oleh Imam Bukhari Rahimahullah??! Tentunya katakpun akan tertawa jika saja ada yang bisa menceritakan perilaku bapak ini kepadanya!!

#Duhai bapak yang sedang mabuk kepayang!!
Ingatlah bahwa bapak pernah menulis simpati dan pengakuan bapak terhadap ustadz-ustadz kami yang saat itu masih menuntut ilmu di Universitas Islam Madinah maupun di Yaman sebagai oleh-oleh bagi kami Salafiyyin di Indonesia setelah (bapak-pen) berkunjung ke Saudi dan Yaman, setelah bapak menerangkan tentang penyimpangan ulama:”Bukanlah berita yang baru kalau ada orang yang sampai ilmunya ke derajat ulama itu menyimpang dari manhaj yang benar kepada yang bathil”(komentar:apalagi seperti kita ya pak?! Wal’iyadzubillah), maka bapak melanjutkan di bawah sub judul:BEBERAPA NASEHAT DARI PARA MURIDKU:”Kesan yang paling mendalam dari perjalanan saya di Saudi Arabia dan yaman adalah perjumpaan saya dengan para mantan muridku. Saya katakan mantan murid, karena mereka adalah orang-orang yang pernah mengenal ilmu Salafus Shalih dari saya. Dan sekarang tidak pantas lagi mereka sebagai muridku, karena rata-rata ilmu mereka jauh di atas ilmu yang saya pahami, sehingga sayapun sempat belajar dengan mereka dan menimba ilmu dari mereka. Maka sekarang saya adalah murid mereka dan sangat perlu bimbingan dari mereka. Di saat yang demikian inilah saya merasa sebagai orang yang paling bahagia di dunia, karena melihat keberhasilan mantan muridku mencapai jenjang keilmuan yang mantap jauh melampaui apa yang pernah saya capai. Semoga Allah menganugerahkan kepada mereka keikhlasan niat karena Allah dan semoga mengokohkan istiqamahnya mereka di atas jalan yang benar dan melindungi mereka dari fitnahnya dunia dan fitnahnya kelemahan pribadi dan kebodohan. Amin ya Robbal ‘Alamin”(SALAFY ED.V/1416/1996, HAL.63).
Kami kagum dengan ketawadhu’an dan kejujurannya sehingga hormat kami bertambah. Sekarang (ternyata) bapak telah menjilat kembali ludah bapak sendiri dengan perkataan:”Melalui tulisan ini, saya sebagai guru terhadap murid-murid saya, sebagai da’i (juru dakwah) kepada para mad’u (pihak yang didakwahi), atau kepada bekas murid saya yang merasa lebih pintar dari saya…[3] (KHOLAFY I/5, hal.06). Bukankah bapak sendiri yang mengakui kedalaman ilmu mantan murid-murid bapak dulu, mengakui ilmu mereka yang jauh di atas ilmu bapak!!? Dan mengaku sebagai murid mereka!!?
Kasihan, bapak telah memasuki masa-masa kritis ingatan!! Sungguh bapak telah dipermainkan dan diombang-ambingkan oleh PERASAAN bapak sendiri!! (Ingatlah do’a anda sendiri –wahai pak Ja’far- fitnahnya dunia…fitnahnya dunia dan fitnahnya harta!!-pen)

#Duhai pemilik majalah KHOLAFY yang sedang meniti jejak generasi “saafu olie”(saafu:alat pembersih)!!
Anda akan tergelincir dan terpeleset jika bermain-main dengan olie!! Justru majalah anda sendiri yang akan menjadi senjata balik menembak diri anda sendiri, membongkar dan menyingkap kepalsuan anda terhadap Salafus Shalih!! Bukti??!
Tidaklah pantas bagi seorang Salafi yang dididik untuk memiliki tanggung jawab ilmiyyah, menulis artikel tanpa keberanian untuk mencantumkan namanya!? Ini adalah kebiasaan buruk yang mulai biasa bapaka lakukan bukan?? Apakah ini majalah “ilmiyyah” ataukah majalah “oliemiyyah”?! Sekali lagi anda bisa terpeleset jika terus menerus bermain dengan olie!!

#Duhai pemilik tulisan “Sayyidul Istighfar” (KHOLAFY I/5)!!
Kami katakan: Judul itu tidak cocok dan tidak pantas!! Lihat sebelah kiri judul anda!! Ada tasbih bukan?! Jadi seharusnya berjudul “Sayyidul Bid’ah”!!

#Duhai pemilik kolom redaksi!!
Di akhir tulisan anda :”Ketika majalah ini naik cetak, Dunia Islam sedang dirundung malang dengan serangan mambabi buta para perampok dan teroris Amerika Serikat dan sekutunya ke Iraq. Kami tentu prihatin bersama kaum Muslimin seluruh dunia dengan kebiadaban pasukan perampok dan teroris terhadap rakyat Iraq. dan juga kami ikut mendo’akan semoga allah menolong rakyat Iraq melawan kebiadaban tersebut….”(KHOLAFY I/5, hal.02)
Lagi-lagi bapak telah lupa (atau pura-pura) tidak tahu), yang bapak do’akan itu rakyat Iraq yang mana?! Bukankah mereka mayoritasnya adalah Ba’athy (sosialis-komunis) dan mayoritas lainnya adalah Rafidhah sedangkan Muslimin Ahlussunnah sangatlah sedikit karena selama ini digencet habis-habisan. Bagaimana bapak bisa mengatakan SEMOGA ALLAH MENOLONG RAKYAT IRAQ? Yang benar saja Bung!! Tulisan anda ini semakin menunjukkan bahwa anda hanyalah memiliki modal emosi dan semangat saja dan bukan ilmu, apalagi bimbingan ulama Ahlussunnah. Kesombongan itu hanya akan membinasakan dan menghinakan diri saja. Bapak mesti “disekolahkan lagi” dan belajar lebih tekun agar tidak sampai di-DO, tetapi bukan model sekolahan Hizbiyyah 100% bahkan lebih, yang pernah dicicipi oleh salah satu Ustadz kami!! Sekarang coba lihat perbedaan anda dengan ulama Ahlussunnah:
Dalam situs www.salafipublication.com, Syaikh Ubaid Al-Jabiri ketika ditanya tentang sikap kaum Muslimin berkaitan peristiwa yang sedang terjadi di Iraq (31/3/2003) beliau menjelaskan, sebagian nukilannya:”So I say:Firstly, not all of the Iraaqy society is Muslim. Rather, amongst them is the Marxist, amon gst them is the Ba’athst Heretic, and amongst them are numerous orientation. And there are Muslims amongst them…And amongst them are Raafidhah. And the position of the scholars towards the Raafidhah is well known, amongst them are rhose who declared them Disbelievers…
Secondly,…
Thirdly, the banner of fighting in Iraaq who is carrying it? It is carried by Saddam Husayn At-Takreetee, and he is leader of the Ba’athy Party in his land…and the Ba’athy Party is secularist, disbelieving, heretical. Its foundation is upon mixing and not differentiating between a Sunni Muslim, and between the Jew, Christians, Communist, and others. There are all the same, equal…”Berbeda bukan antara ucapan yang asmuni (asal muni-Jawa) dengan penjelasan yang disampaikan oleh ulama yang mengerti betul permasalahan yang dibicarakan?!
Bagaimana hukum orang yang berdo’a:”Semoga Allah menolong rakyat Iraq”? Jawabannya kita serahkan kepada Syaikh:”So it is obligatory upon us, the community of Muslims that we ask Allaah in our supplication that he dilevers the Muslims among the people of Iraaq. So whoever said O Allaah save the (Iraaqy society), THEM HE HAS ERRED. This supplication of this reaches even the Marxist and the Communist. And the Ba’athy Party at the front of the (supplication of the) one supplicates for the Iraaqy society (in general). No, but supplicate to Allah that he delivers the Muslims amongst the people of Iraaq. And that He relieves  them of their distress”…
(“Jadi, merupakan kewajiban bagi kita sebagai kaum Muslimin untuk memohon kepada Allah dalam do’a kita agar Alah menyampaikan (mengabulkan do’a kita) kepada kaum Muslimin yang ada diantara rakyat Iraq. Jadi siapapun yang berkata (dalam do’anya):” Ya Allah, selamatkanlah (rakyat Iraq), maka dia telah menyimpang. (Karena) permohonannya ini mencakup orang-orang Marxist dan Komunis. Partai Ba’ath juga termasuk dalam permohonan orang yang berdo’a untuk rakyat Iraq (secara umum) tersebut. Tidak, namun permohonan (do’a) kepada Allah hanyalah diperuntukkan bagi kaum Muslimin yang ada diantara rakyat Iraq. Dan Dia membebaskan dari kesulitan. Inilah yang dapat saya tambahkan sekarang ini”).
Mengenai Saddam Husayn (termasuk rakyat Iraq juga kan?) lebih jelasnya dapat dilihat di www.troid.org, tentang:The Cataclysmic Tragedy of Saddam Husayn, ditulis oleh Syaikh Bin Bazz dan Syaikh Muqbil, di alamat yang sama dapat ditemui juga penjelasan Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily. Tulisan Syaikh Rabi’ bin Hadi tentang Iraq dapat dibaca di www.salafipublication.com.
Bukankah ini menjadi bukti bahwa pemilik majalah ini sudah tidak lagi butuh bimbingan dan merujuk kepada ulama Ahlussunnah?! Oleh karena itu, dengan (tanpa-dicoret) mengurangi rasa hormat kami kepada bapak maka yang lebih pantas untuk menerima kehormatan/gelar dusta-khianat-dsb tersebut bukanlah ustadz-ustadz kami, tetapi bapak sendiri dengan majalah yang bapak pimpin sebagai:Majalah KHOLAFY, dengan pemilik pak Ja’far yang merangkap penasehat, merangkap penulis sekaligus pengetik (sebagian), merangkap penanggung jawab semua rubrik (yang tidak bertanggung jawab), merangkap editor, merangkap bendahara, merangkap redaksi, merangkap pemasaran (karena Salafiyyin tidak ada yang layak memasarkannya), merangkap iklan dan promosi, merangkap…, merangkap… akhirnya terperangkap!! Inilah satu-satunya majalah di Indonesia dan bahkan (mungkin) di dunia yang memiliki gelar sedemikian panjangnya, unik-aneh namun sayangnya tidak menarik sama sekali!! Rangkap jabatan nih yee!! Point terpentingnya: bapak sebagai penasehat majalah ini, nasehatilah penulis dan penanggung jawab semua rubrik agar memiliki tanggung jawab secara ilmiyyah!!
Umumnya ketergelinciran seorang ustadz hanya bisa diketahui dan dirasakan oleh ustadz lainnya. Bagaimana jika ketergelinciran dan penentangannya kepada Al-Haq tersebut sampai diketahui dan dirasakan oleh kami yang awam-awam ini?!
Seorang awam pernah berusaha menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan:
Alangkah bahagianya orang bodoh yang menyadari kelemahannya…
Sehingga dia dapat berhati-hati dengannya…
Daripada….
Orang pandai yang tidak mau menyadari kelemahannnya,
Sehingga dia terpeleset olie berkali-kali!

Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh kaum Hizby maupun Sururi, mereka tertawa melihat kondisi yang terjadi pada kita!! Kondisi ini (mereka anggap) menjadi suatu pembenaran (atas) dakwah Hizbiyyah mereka!! Tidak, sekali-kali tidak!! Dakwah Salafiyyah akan terus berjalan dan berkibar sampai dengan waktu yang Allah tentukan. Adapun orang-orang yang berdakwah di jalan yang mulia ini, ada diantara mereka yang tetap istoqamah, ada pula yang terjatuh kemudian bangkit kembali, di sana ada juga yang terkapar dan tidak mampu lagi meneruskan perjalanan dakwah yang penuh rintang ini. Justru sikap kami terhadap bapak ini merupakan hujjah atas kaum Hizbi-Sururi (bukan hujjah mereka atas kami!) yang menuduh kami hanya taqlid dan membebek pada pak Ja’far.
Sesungguhnya selama ini kami bersama-sama bapak semata-mata karena kami yakin benar (secara ilmiyyah) bahwa bapak berada di posisi yang benar. Sehingga ketika bapak belum (mau) rujuk kepada Al-Haq dari penyimpangan yang ada serta menerima dengan lapang dada terhadap fatwa dan nasehat Masyayikh Salafiyyin, kamipun berlepas diri dari penyimpangan dan perbuatan yang bapak lakukan!! Ini sebagai bukti nyata bahwa kami mau dibimbing dan dinasehati oleh para ulama Ahlussunnah[4]!! Jika demikian keadaannya, maka apa alasan mereka menertawakan kami?! Padahal kita dalam keadaan rujuk kepada Al-Haq dengan bimbingan para ulama. Sungguh, sebenarnya, merekalah yang sedang menertawakan kebodohan dan kejahilan mereka sendiri!!

#Duhai bapak yang sedang lupa daratan!!
Tidaklah pernah diantara ustadz-ustadz kami termasuk antum (qaul qadim) yang mengajarkan kepada kami istilah dan tuntunan tentang pengkhianatan, kedustaan, kepalsuan dus apalagi membikin-bikin kesan buruk dengan mencoleng fatwa ulama!! Ketika kami bersama bapak menentang pemikiran (Dajjal) Syarif Hazza cs (geng Ihya’ut Turots), apakah kami disebut mengkhianati Syarif cs?? Ketika kami bersama bapak melawan dan menerangkan kerusakan manhaj IM, Sururiyyin, apakah kami juga mengkhianati IM dan Sururi?? Ketika kami di belakang bapak yang berseberangan dengan ustadz Yazid[5], apakah juga bisa diartikan kami menikam dari belakang terhadapnya?? Sadarlah duhai bapak, istilah khianat, dusta kepalsuan, menikam dari belakang itu tidak lain hanyalah bapak pungut dari sampah-sampah di panggung politik!! Ya benar, pergaulan bapak (walaupun sebentar) dengan para poly tikus (istilah bapak sendiri) telah menjadikan bapak digerogoti oleh tikus-tikus yang poly (banyak) tersebut!!
Tidaklah pernah di Madrasah salafiyyah, kami diajari oleh ustadz kami mata kuliah berkhianat, berdusta, apalagi menikam dari belakang. Kami yang paling awampun dari ikhwah Salafiyyin tidak ada yang mempunyai pemahaman bahwa rujuknya kita kepada Al-Haq dari penyimpangan yang kita lakukan didefinisikan sebagai pengkhianatan. Tidak ada istilah khianat terhadap kesesatan!! Tidak dikenal definisi mengkhianati Syaitan dan bala tentaranya!! Sungguh sebenarnya bapak telah mengalami krisis identitas yang akut, kata pak dokter mengalami “the post power syndrome” suatu kondisi yang umum terjadi terhadap orang yang sebelumnya “memiliki segalanya” kemudian tiba-tiba menghadapi kenyataan bahwa segala yang dia miliki tersebut tidak ada lagi, terbiasa setiap berucap selalu terkabul keinginannya, namun tiba-tiba ucapannya itu tidak mempunyai nilai dan harga sama sekali. Bapak sombong terhadap kebenaran!! Bapak tidak mau mengakui kesalahan dan penyimpangannya secara “gentleman”!! Bapak tidak mau memina ma’af kepada seluruh ikhwan salafiyyin Indonesia terutama tentang tandzim Hizbiyyah dan titah-titah menyimpang yang bapak sampaikan!! Kalaulah bapak mau rujuk kepada Al-Haq (dan itu yang sangat kami harapkan) tentunya kami menaruh simpati kepada bapak, namun sayang disayang…
Bapak justru berusaha menipu kami semua bahwa perkara-perkara manhaj ini bapak sederhanakan dan kecilkan hanya sebagai perkara pribadi antara bapak dengan beberapa ustadz kami dan tidak ada sama sekali kaitannya dengan dien ini, sebagaimana tertulis:”Tetapi Allah Maha Tahu dan Dia membongkar segala kejahatan di balik alasan-alasan yang memakai atribut agama itu” (KHOLAFY, I/5, hal.52). Ini adalah penipuan dan kedustaan yang nyata!!

#Duhai orang yang mengangkat dirinya sebagai amir “kafilah jihad bil lisan”!!
Apa yang bapak dapatkan sesaat setelah selesainya sidang pembacaan vonis bebas ketika meninggalkan pengadilan??
Bukankah sambutan yang meriah?! Ya, benar derap langkah bapak diiringi oleh para penyanyi Shalawat Badr. Apakah para penyanyi tersebut bagian dari ikhwan-ikhwan Salafiyyin?? Bukan!! Tidak mungkin Salafiyyin menyanyikan shalawat Bid’ah! Merekalah kafilah jihad –made in- bapak sekarang!! Bagaimana bisa bapak mendengung-dengungkan jihad bil lisan sementara lisan bapak tidak bergerak untuk menghentikan kemungkaran itu, padahal kami sangat yakin bapak sangat mampu menghentikannya?!! Ridhakah? Berutang budi? Orang-orang seperti inilah yang sekarang berada di sekitar bapak! Berbuat Adillah Wahai Pak Ja’far!!

#Duhai orang yang mulai berani terang-terangan merendahkan Salafiyyin dan ulama Ahlussunnah serta menghina majelis ilmu mereka!!!
Sungguh ucapan anda adalah perkataan yang buruk dan keji!! Apa sambutan anda terhadap undangan Syaikh Muhammad bin Hadi hafidhahullah untuk mendengarkan tausyiah beliau bersama para ustadz lainnya?? Bapak katakan:”Janganlah saling mengganggu dengan undangan menghadiri acara baca puisi persatuan atau drama persaudaraan. Masa bersantai-santai sudah lewat,…”(KHOLAFY I/5, hal.07).
Bagaimana mungkin seorang salafi mampu berucap sedemikian jelek, buruk, jahat dan kotor? Sekali lagi inilah dampak buruk pergaulan bapak dengan para poly tikus. Bapak tidak mampu lagi membedakan antara majelis ilmu yang mulia dan diberkahi dengan berkumpulnya massa partai politik yang berhura-hura ketika mendeklarasikan partainya/kampanye!! Itulah hura-hura!! Itulah acara baca puisi persatuan!! Itulah drama persaudaraan!! Otak politik yang keji dan kotor telah mencengkeram anda!! Sungguh keji ucapan bapak!! Berkumpulnya para ustadz untuk mendengarkan bimbingan dan nasehat Syaikh Muhammad, anda katakan sebagai undangan yang mengganggu, masa bersantai-santai!! Ya, benar, undangan tersebut memang sangat mengganggu hawa nafsu bapak!! Keinginan untuk bertemu dan mempererat silatirrahim diantara ustadz, anda katakan sebagai drama persaudaraan!! Apakah bapak diciptakan Allah untuk mengetahui dan menghukumi hati setiap hamba?? Ucapan bapak itu tidak lebih baik dan bahkan jauuh lebih buruk daripada ucapan para dukun yang menebak-nebak nasib dan isi hati para korbannya!! Bagaimana tidak, dukun mengucapan sesuatu yang bathil untuk perkara kebathilan, sementara bapak mengucapkan kebathilan untuk suatu perkara yang mulia dari majelis ilmu!! Alangkah bedanya keadaan hari  kemarin dengan hari ini.
Siapakah yang membaca puisi persatuan yang bapak maksud?? Bukankah Syaikh Muhammad yang mengisi tausyiah terhadap ustadz-ustadz kami?! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

#Duhai pemilik “kafilah jihad bil lisan”!!
Jihad apa yang sedang anda lakukan?? Itu hanya akan mengotori wajah Islam yang mulia ini. Dengan tingkah laku dan perbuatan anda yang keji ini, sekarang anda telah meletakkan diri anda sendiri di barisan gembel-gembel hina dengan baju compang-camping mengemis kehinaan!! Bau busuk-menyengat menyebar dari mulut anda, dan…lihat… dari balik baju compang-camping tersebut terdapat huruf-huruf yang jika dirangkai akan terbaca: K-I-B-I-R-! Allahul Musta’an.
DUHAI
Duhai…duhai… dan duhai…
Janganlah mendekat kepada kami (Salafiyyin)
Dengan bau busukmu yang menyengat
Kecuali…
Dirimu telah mandi, berkeramas, menggosok gigi, berpakaian bersih serta memakai wewangian (baca:bertaubat)
Itupun….
Engkau harus tahu diri…
Tempatmu di Shof paling belakang…
Siapapun dirimu!

Wassalamu ‘alaikum Warahmatulahi Wabarakaatuh.
12-5-2003
Tertanda,
Hamba Allah yang awam
Yang cinta kepada Syaikh dan Ustadznya
Abdul Ghafur-Malang

Footnote:
[1] Tema ini kami pilih untuk mengingatkan bapak terhadap buku:MEMBANTAH TUDUHAN, MENJAWAB TANTANGAN (-pen)
[2] Sebagaimana Al-Irsyad Tengaran, kami juga memegang bukti bahwa Qolbun Sakim Malang adalah anggota jaringan Sururi internasional. Secara berkala “iman” mereka dipelihara oleh Majalah Al-Bayan yang langsung dikendalikan oleh gembong-gembong Sururi Internasional lapis pertama. Salah seorang ikhwah yang pernah sekian lama aktif di yayasan Sururi ini –walhamdulillah- telah menyodorkan kepada penulis majalah Al-Bayan edisi 2003 sebagai bukti bahwa yayasan tersebut benar-benar memiliki kaitan dengan jaringan Sururi internasional. Ikhwah lainnya yang sekian lama pernah aktif juga di yayasan ini bahkan pernah tinggal di Masjid Qalbun Sakim juga bersaksi bahwa ada kegiatan yayasan ini yang memiliki kaitan dengan Jumi’yyah Hizbiyyah Al-Haramain dan Al-Sofwa yang telah ditahdzir oleh Masyayikh Salafiyyin(-pen)
[3] Dan lihatlah jika ucapan pak Ja’far yang sombong ini berhadapan dengan ustadz Ja’far Umar Thalib yang tawadhu’ dan berwibawa:”Alhamdulillah saya juga tidak terikat dalam keilmuan itu oleh ijazah manapun. Saya merasa bodoh dalam Islam ini. Karena itu haram atas siapapun mengikuti pendapat saya bila saya tidak menyandarkannya kepada para ulama. Saya menulis permasalahan agama dengan merujuk kepada para ulama. Saya tidak pernah berijtihad dalam permasalahan agama, karena saya merasa bodoh. Saya mengajarkan kepada umat bukan dengan pidato-pidato semata, kosong dari nukilan keterangan para ulama. Dan saya terus berkonsultasi kepada para ulama Ahlussunnah dalam berbagai masalah. Allah Subhanahu wa Ta’ala terus memberi kesempatan kepada saya untuk dapat berkunjung kepada para ulama guna menanyakan berbagai masalah, ini karena kenikmatanNya dan RahmatNya. Semoga hal ini terus terlimpah kepada saya dan segenap du’at Salafiyyin. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. Katakan:Masya Allah!! Tetapi kenapa sekarang berubah menjadi Na’udzubillah?! (-pen)
[4] Patut bagi kita untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala karena benar-benar telah memudahkan dalam menyusun bukti-bukti Makar dan Pengkhianatan Hizbiyyin-Sururiyyin terhadap Masyayikh Yordan dan kaum Muslimin secara ilmiyyah. Telah kita ketahui bersama bahwa mereka sampai tahun 2004 telah mendatangkan Masyayikh Yordan sebanyak 4 kali!! Dalam kurun waktu itu ternyata mereka telah sukses melakukan tipu daya Hizbiyyah dan kebohongan Ikhwaniyyah terhadap Masyayikh Yordan dan kaum Muslimin (berkali-kali), Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.(-pen)
[5] [red]:Benar-benar kita telah memegang bukti bahwa orang ini adalah Hizby Tulen yang sangat berbahaya!! Jangan ada yang menyangka bahwa ketika da’i ini yang PADA AKHIRNYA memilih untuk bergabung bersama barisan Yusuf Ba’isa,Syarif Hazza’-Abu Nida cs (Turatsiyyin) dan barisan Al-Sofwa dirinya dalam keadaan tidak mengetahui akar permasalahan dari peperangan ini! Tidak, sekali-kali tidak!! Bukti surat tulisan tangan dibawah ini adalah hujjah untuk membungkam Firanda beserta orang-orang “intelektual” penipu dan pentalbis umat bahwa fitnah dakwah Ihya’ut Turaots di Indonesia bukanlah khilafiyyah Ijtihadiyah! Surat yang (sekali lagi) membungkam tuduhan keji Firanda yang diaminkan (baca: direkomendasikan) oleh Abdurrahman Tamimi, Ahmas Faiz, Abu Ihsan bahwa perpecahan ini disebabkan sikap “keras” salafiyyin dan bukan karena dakwah pecah belah dana Ihya’ut Turots!! Yazid dan Aunur Rafiq Ghufron bahkan termasuk orang-orang yang tahu persis persoalannya (baca:sumber penyakitnya!). Berikut bukti FAKTA surat tulisan tangan mereka yang dikirimkan kepada Syaikh Rabi’ hafidhahullah:
1. FAKTA Surat Yazid Jawaz. Lihatlah bahwa Yazid Jawaz benar-benar mengetahui bahwa semua penyakit dakwah ini ada di kelompok Ihya’ut Turots yang sekarang ini dikumpuli dan dibelanya! Maka jangan ada lagi yang mengatakan bahwa kami terlalu berlebihan ketika menyatakan bahwa orang ini (Yazid Jawaz) adalah Hizbi Tulen yang sangat berbahaya!!
http://img183.imageshack.us/img183/1478/suratyazid1hl7.jpg
terjemah:
Bismillahirrahmanirrahim
Fadhilatusy Syaikh Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhali hafidhahullah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah, shlawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Keluarganya, shahabatnya dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan.
Seperti yang antum ketahui dan antum dengar bahwasanya di negeri kami Indonesia telah terjadi fitnah antara da’i-da’i salafiyyin dan penyebabnya sangat banyak sekali. Sebab terpenting adalah kedatangan Syarif bin Muhammad Fu’ad Hazza’ ke Indonesia dan dia mengajak ustadz Ja’far untuk mubahalah, kemudian dia menulis kitab “Kasyifuz Zuur wal Buhtan fi jawab Hizb Degolan”. Kandungan kitab tersebut adalah cercaan dan cacian terhadap saudara kita Ja’far Umar Thalib dan Muhammad Umar As-Sewed.
Lalu tersebarlah  fitnah ini di kalangan du’at salafiyyin dan terjadilah tuduhan-tuduhan besar diantara mereka dengan perantaraan murid-murid Syarif Hazza’ serta dengan bantuan Yusuf Utsman Ba’isa, dia (Yusuf Ba’isa) membela pemikiran-pemikirannya (Syarif-pent.). Dan Yusuf ini terpengaruh dengan fikrah Ikhwaniyyah dan fikrah Syarif Hazza’!

Cukuplah bagi antum (dalam hal ini-pent.) bukti-bukti dan persaksian-persaksian dari surat/tulisan Al-Akh ja’far.
Akhirnya kami mengharapkan nasehat dan kedatangan antum ke Indonesia. Jazakumullahu khairan.
(tanda tangan)
Yazid Abdul Qadir Jawaz

2. FAKTA Surat Aunur Rafiq Ghufron Gresik
http://img237.imageshack.us/img237/7627/surataunurrofiqqy8.jpg
terjemah:
Bismillahirrahmanirrahim
Fadhilatusl Ustadz Ja’far Umar Thalib Hafidhahullah
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul Allah, keluarganya, shahabatnya dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat. Wa ba’du.
Berdasarkan permintaanmu kepadaku untuk membubuhkan tanda tangan pada surat yang kamu tujukan ke hadirat Syaikh Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhali Hafidhahullah, maka saya berpendapat –wallahu a’lam bishshawab – bahwa orang yang lebih pantas dan lebih berhak menandatangani surat tersebut adalah kamu (ustadz Ja’far-pent.) beserta ustadz Muhammad Umar As-Sewed, ustadz Yazid Abdul Qadir Jawaz, Usamah Mahri dan Al-Akh Bilal Ashri karena kamu dan mereka telah mengenal dua orang tersebut (Syarif Hazza’ dan Yusuf ba’isa-pent.) dengan detail dan jelas dan kamu juga telah bergaul dengannya pada waktu yang lama.
Adapun saya, saya tidak mengenal mereka berdua kecuali darimu dari segi manhaj dakwahnya. Dan saya tidak mendengar ucapan Al-Akh Yusuf Ba’isa yang berbicara tentang dakwah kecuali di Tawangmangu, Jawa Tengah yang kita dulu berkumpul di situ dan saya telah mengetahui kesalahannya dalam masalah ini [Coba pembaca perhatikan pengakuannya tentang kesalahan pada paham Yusuf Ba’isa yang menunjukkan bahwa sebenarnya dia mengetahui letak penyimpangan manhaj Yusuf Ba’isa. Dan dari data nama-nama para da’i peserta daurah masyayikh yang dibocorkan pada kita jelas menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Yusuf Ba’isa dan Chalid Bawazeer, beberapa nama para da’i hadir atas rekomendasi mereka berdua!-red) . –wallahu a’lam bishshawab. Adapun tentang Al-Akh Syarif, maka saya tidak bertemu dia kecuali di Semarang/Ponpes Al-Irsyad dan di Jakarta. Saya belum pernah mendengar ucapannya dan belum pernah membaca tulisan-tulisannya padahal dalam menghukumi seseorang kita harus mengenalnya dengan detail.
Ini secara ringkas yang bisa saya berikan kepadamu dan saya mohon ma’af, kita memohon kepada Allah untuk saya dan kamu taufiq dan kebenaran serta mengumpulkan kita semua kepada amalan yang diridhai Allah. Wallahul Musta’an.
Sedayu, 24 Dzulqa’dah 1417H
Saudaramu
(tanda tangan)
‘Aunur Rafiq Ghufron Hamdani

Maka kedua surat tulisan tangan tersebut adalah bukti FAKTA tak terbantahkan bahwa kedua da’i kondang ini memang dalam keadaan SADAR 100% ketika kemudian lebih memilih untuk  bergabung ke dalam barisan musuh-musuh dakwah salafiyyah!
Segala puji bagi Allah bahwa bukti-bukti tersebut masih terdokumentasikan dengan rapi sebagai harta “warisan” bagi Salafiyyin kelak agar tidak terkecoh jika mereka melemparkan talbis dan syubhat “murahan”, walhamdulillah.

Bagian Kedua———
TULISAN/UCAPAN JAFAR UMAR THALIB DALAM SOROTAN
(Ibrahim)

Betapa indahnya nikah sejenis di sisi Jamarto:
http://img64.imageshack.us/img64/8573/jafarnikahsejenisuw9.jpg
Sang da’i gaul yang “kendor” pergaulannya:
http://img237.imageshack.us/img237/7749/jafarvsfilsafat2bs8.jpg

1. Menyatakan bahwa dakwah JUT adalah dakwah Salafiyyah dan diperbarui pada th 2003. Simak acara-acara yang diikutinya pada tahun 2003-2006 .
Yakni menghadiri acara milad negeri ini dan tahun baru hijriyah beberapa kali dengan dzikir dipimpin Muhammad Arifin Ilham, tgl 18 Agustus 2003 (hadir juga Hamzah Haz, Amien Rais, Hidayat Nurwahid dari PKS, Aa Gym), 15 Agustus 2004 (sekaligus HUT BNI ke 48, lihat file gambar CD, cd.jpg, cd_2.jpg, cd_3.jpg promotor Bank BNI), 6 Februari 2005 (Tahun Baru Hijriyah 1426 H, hadir juga Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Husein Umar, Salim Segaf Al Jufri Dewan Syuro PKS), 15 September 2005 (Menjelang Ramadhan 1426 H bersama Bupati Kampar Jefri Noer, Ketua DPRD Mahnuh),  20 Agustus 2006 (hadir juga Salim Segaf Al Jufri) bersama-sama politikus hizbi dst.
http://img490.imageshack.us/img490/8853/cdqp2.jpg
http://img234.imageshack.us/img234/7242/cd2om7.jpg
http://img237.imageshack.us/img237/5579/cd3se0.jpg
VCD Majlis Adz Dzikra edisi 15 Agustus 2004, tertulis jelas “BNI … mempersembahkan acara “Indonesia Berdzikir”, di label VCD tersebut tertulis “Zikir Akbar Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan RI ke 59 dan HUT BNI ke 48, Ahad 15 Agustus 2004, 28 Jumadits Tsani 1425 H, Masjid Istiqlal Jakarta.” Produksi Majelis Az Zikra. Pusat Masjid Al Amru Bittaqwa, Perum Mampang Indah Dua Depok, Depok, 16435. Telp (021) 77882187, 77882188. Sekretariat : Jl. Slamet Riyadi 5 Jaktim, DKI Jaya. (021) 8567636,85910717,8567630. (lihat file gambar CD, cd.jpg, cd_2.jpg, cd_3.jpg promotor Bank BNI)

Inilah hasil pemikiran JUT dan pembaharuan JUT dengan ucapannya sbb :
“Kami perlu menjelaskan prinsip kami ini karena memang edisi ke 42 ini adalah era baru bagi perjuangan dakwah Salafiyah di Indonesia. Era baru ini dimulai dari hitungan nol dengan koreksi total terhadap tiga belas tahun masa perjuangan kita di masa lalu, tepatnya sejak bulan Januari tahun 1990 M hingga Januari 2003 M . Kami mencanangkan era baru dengan semangat baru. Oleh karena itu kami bertekad untuk terbit kembali dengan tepat di tiap awal bulan. Tapi jangan percaya dulu dengan tekad kami ini karena memang tekad demikian ini perlu pembuktian di masa yang agak lama.” (Majalah Salafy, Dari Redaksi, Edisi 42 Tahun ke IV/1423 H/2003 M)

2. Siapa saja teman Jafar di selain majlis dzikirnya Az Zikra ?
Jafar juga tercatat hadir dalam acara Rapat Akbar Solidaritas Falllujah tgl 26 November 2004 bersama Ketua Umum KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), Abdul Rasyid Abdullah Syafi’I, ZA Maulani, Taufiq Ismail, ZA Maulani, Hussein Umar, Tifatul Sembiring, Ismail Yusanto, Habib M Rizieq Syihab, Munarman, KH Syukron Makmun, Ahmad Sumargono, KH Kholil Ridwan, Ust Ja’far Umar Thalib, Ust Arifin Ilham, Abu Jibril, Muzakkir, MUI, Muhammadiyah, NU, DDII, PKS, HTI, MMI, Daarut-Tauhid, FPI, GPMI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Asy-Syafi’iyah dan MER-C. (Harian Terbit, www.harianterbit.com, nama file Konsep demokrasi bukan lewat saling membunuh.htm, dikopi tgl 25 Desember 2005)

3.JUT juga nara sumber acara “Refleksi Satu Hati, Sebuah Gugatan Ummat terhadap nasib Bangsa” tanggal 18 November 2003 (malam ke 23, bulan Ramadhan 1424 H) di Gelanggang UGM yang dimoderatori Emha Ainun Najib dihadiri para pendeta kafir (Hindu, A.A.N Ari Dwipayana S.I.P MSi, Prof. Dr. Humphrey S. Kariodimejo Kristen, Katolik Alfred Benedictus, Banthe Bodhi Budha) yang memberikan ceramah bersama-sama JUT penuh dengan ajaran sinkretisme, keakraban, saling ucapkan salam, dst. (Sumber CD Refleksi Satu Hati, dokumentasi panitia dari Unggul 08124952208)

4. Siapa saja teman dan guru Arifin Ilham ?
Siapa Arifin Ilham ? Muhammad Arifin Ilham bicara sendiri di Sabili dan direkam oleh rantaunet. “Kalau sudah kepegang Allah Ghoyatuna (tujuan kita), maka tidak akan ini-itu. Saya bisa ngomong tegas saja. Saya sayang dengan Ayahanda Hamzah Haz tapi lebih sayang Ba’asyir, lebih sayang Habib Rizieq, lebih sayang Ja’far Umar.” (Wawancara dengan Muhammad Arifin Ilham, judul Syariat Tak Akan Tegak Dengan Caci Maki, dikopi dari www.rantaunet.com 25 Desember 2005, nama file Syariat Tak Akan Tegak Dengan Caci Maki.htm)

5. Siapa saja teman berdakwah Ja’far ?
Aris Munandar da’i lintas manhaj adalah teman berdakwah Jafar Umar Thalib, yakni pada Daurah Ramadhan 1425 H di PP Ihya us Sunnah, Degolan, Sleman. Kaset/CD ada di Tasjilat Ad-Da’wah PP Ihya us Sunnah, membahas kitab Al Adabul Mufrad karya Al Imam Al Bukhari shohih Al Imam Al Albani. Aris Munandar adalah aktifis dakwah di PP Taruna AL Quran dengan Umar Budiargonya, Ahmad Khudlori ikhwani, Ldata Ikhwani cabang Jakarta (pusatnya dipimpin Muhammad Yusuf Harun, MA), FSRMY Masjid Jogokariyan, LBI Al Atsary pimpinan Abu Saad Muhammad Nur Huda. (Mediasalafy.com, pamflet-pamflet LBIA, L-DATA, berbagai sumber)

6. Siapa saja teman Arifin Ilham dalam Majlis Az Zikra ? Jawabnya Hizbi, JIL, dkk
Dewan Syariah Majlis Az-Zikra, sumber majalah Az Zikra : Dr. Muslih Abdul Karim (PKS), Abu Bakar Baasyir (MMI), Dr. Salim Segaf Al-Jufri (PKS), KH Dr. Didin Hafiduddin (PKS), Ja’far Umar Thalib, Habib Rizieq Syihab (FPI), Toto Tasmara , dan sebagainya.
(Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini ke 118, “Infeksi ‘Sipilis’ di Majalah Azzikra” , Minggu, 09 Oktober 2005 – 14:43:46 WIB, berita tersebut dipublikasikan oleh situs hizbi: Hidayatullah.com)

Simak tulisan Adian Husaini yang membikin artikel pada file Infeksi ‘Sipilis’ di Majalah Azzikra.html yang dimaksud adalah terinfeksi JIL. Simak contoh tulisan orang liberal JIL di majalah Az Zikra file Dialog dan Kerjasama dengan Barat.htm, file resensi buku karya Tariq Ali, di majalah Azzikra edisi Juni 2006.htm.

7. Perluasan acara Dzikir, selain dalam rangka milad RI, juga tahun baru Hijriyah dan untuk menyambut Ramadhan 1426 H
“ANTARA. Bupati Kampar Jefri Noer (tengah), Ustadz H Arifin Ilham (kiri), serta Panglima Laskar Jihad H Jafar Umar Thalib (kanan) berbicara sebelum dzikir bersama masyarakat Kampar, di stadion Tambusai, Bangkinang, Kampar, Riau, Kamis (15/9). Dzikir yang diikuti sekitar 20 ribu warga Kampar itu dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1426 H”. (http://www.mediaindo.co.id/mediagaleri/view.asp?id=1356&page=6)

8. JUT kumpul dengan Hizbiyyun
Tercatat tokoh Islam yang hadir di antaranya, Taufiq Ismail, ZA Maulani, Hussein Umar, Tifatul Sembiring, Ismail Yusanto, Habib M Rizieq Syihab, Munarman, KH Syukron Makmun, Ahmad Sumargono, KH Kholil Ridwan, Ust Ja’far Umar Thalib, Ust Arifin Ilham, Ust Abu Jibril dan Ust Muzakkir. Selepas shalat jum’at, acara dimulai dengan memberikan orasi selama sepuluh menit secara bergantian. Sementara Ormas Islam yang turut mendukung acara ini, MUI, Muhammadiyah, NU, DDII, PKS, HTI, MMI, Daarut-Tauhid, FPI, GPMI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Asy-Syafi’iyah dan MER-C . (27 November 2004, http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=SYIAR&id=13916&start=70 )

9. Acara Dzikir JUT bersama Politikus
” Puluhan ribu umat Islam, Ahad (6/2) memenuhi Masjid Istiqlal mengikuti acara zikir akbar dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1426 H. Awan hitam yang menyelimuti langit Jakarta sejak pagi hari tak mampu menghentikan langkah mereka untuk mengikuti acara tersebut. Selain zikir yang dipimpin oleh pimpinan Majelis Zikir Az Zikra, Ustadz Arifin Ilham, acara bertema Menyongsong Negeri Bebas Korupsi itu juga diisi tausiyah dari Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Husein Umar, Anggota Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, dan mantan Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib .” (Tgl 6/2/2005, situs aqlani menyebarkan beritanya: http://www.icmi.or.id/ind/content/view/109/60)

10. Acara Dzikir JUT memperingati HUT RI 18 Agustus 2003
Sementara itu, hari Senin, untuk melakukan refleksi dalam peringatan HUT Ke-58 RI, ribuan umat Islam menghadiri tabligh akbar “Indonesia Berzikir”. Banyak hadirin yang memenuhi seluruh lantai ruangan Masjid Istiqlal, Jakarta, menangis terharu. Tetesan air mata ribuan jemaah masjid itu mengiringi zikir dan doa yang dilantunkan dai kondang Ustadz KH Arifin Ilham yang sebelumnya juga memberikan siraman rohani untuk mengingatkan umat agar lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Tampak hadir pada tablig akbar itu Wapres Hamzah Haz, Ketua MPR Amien Rais, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat R Hartono, Ketua Umum Partai Keadilan Hidayat Nurwahid, dai kondang KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym, serta Ja’far Umar Thalib .

11. Memuji dan membela Arifin Ilham
“Semua pengingkaran para ulama’ sebagaimana tersebut, telah saya pelajari dan ketika semua itu saya teliti pada majlis dzikir yang dipandu oleh saudara Muhammad Arifin Ilham, hal-hal kemungkaran tersebut tidak saya dapati dan bila kadang-kadang terdapat pada sebagian yang hadir , maka pemandu segera menegurnya dan melarangnya. Ini yang saya saksikan pada mereka. Adapun berkenaan dengan dzikir yang disuarakan bersama dan dikomandoi dengan satu komando, hal ini ada catatan tersendiri berkenaan pengingkaran kepadanya oleh Al-Imam Asy-Syathibi rohimahulloh untuk kita telaah secara ilmiah. ” (paragraf terakhir dari tulisan dengan judul artikel:”Kontroversi Seputar Dzikir Bersama” majalah Salafy edisi 02/TH V/1424 H/2003 M hal:67-70)

12. Menghina pemerintah dengan menyatakan pemerintah tidak berdaya, pemerintah tidak mampu dst.
“Karena kenyataan yang ada pada kami ialah :
1. …
2. Kami berjihad di Maluku adalah dalam rangka memerangi pemberontak Kristen ketika kami melihat pemerintah mendapat tekanan dari salibis dan zionis internasional sehingga pemerintah tidak berdaya menghadapi para pemberontak itu. Maka sangat aneh bila jihad kami ini dianggap memberontak kepada pemerintah. Padahal kami adalah mitra pemerintah untuk memberangus pemberontakan tersebut.”
(Majalah Salafy, Menepis Rekayasa Fatwa Seputar Jihad di Maluku, paragraf ke 6, hal 10, edisi 34/1421 H/2000 M)

13. Lagi, mengecam dan mengolok-olok pemerintah
“Disaat yang demikian itulah meletus kerusuhan di Poso – Sulawesi Tengah, dan di Ambon – Maluku. Dari hari ke hari keadaan semakin memiilukan di dua daerah tersebut. Korban di pihak kaum Muslimin semakin banyak dan keresahanpun meledak pada kaum Muslimin di seluruh Indonesia. Namun mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat dalam membela saudaranya di Poso dan Ambon itu. Pemerintah tambah linglung seakan tidak mampu berbuat apa-apa menghadapi para perusuh yang dengan leluasa terus-menerus membantai kaum Muslimin disana. Saya sedih dan sedih melihat kenyataan pahit ini…”
(Paragraf 4, hal 10-11, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

14. Menganggap semua orang adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah?
“Sedangkan mayoritas ummat Islam itu adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, karena mereka berbuat bid’ah hanyalah karena ikut-ikutan dan tidak tahu bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu adalah bid’ah.”
(Paragraf 3, hal 10, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

15. Mendustai publik menyatakan murid-muridnya salah dengan istilah kerusakan akhlaq shg membikin Laskar Jihad dia bubarkan (padahal Salafiyyin yang secara sepihak membubarkan diri-walhamdulillah)
“Saya memimpin operasi perjuangan Laskar Jihad selama dua tahun dengan cerita suka dukanya. Dalam maas dua tahun itu saya dapati kenyataan berbagai kekurangan pada murid-muridku dalam berhadapan dengan problem-problem masyarakat Muslimin disana. Kekurangan itu meliputi kekurangan dalam perkara akhlaq dan hikmah dakwah. Tentu kekurangan demikian amat berbahaya dalam perjalanan dakwah dan perjuangan ini. Kekurangan tersebut menciptakan jarak yang berbahaya antara masyarakat Muslimin dengan kami . Saya sedih dan sedih melihat kenyataan pahit demikian. Dan akhirnya saya putuskan pada tgl 7 Oktober 2002 untuk bubarnya Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah.Dan dengan keputusan saya untuk membubarkan dan menghentikan aktifitas jihad secara fisik ini, maka sayapun membikin langkah-langkah fundamental demi masa depan perjuangan dakwah Salafiyah di Indonesia. Saya persilakan segenap murid-muridku untuk pergi ke medan perjuangan masing-masing dan sayapun segera berkemas untuk menyongsong program-program perjuangan yang terbentang di depan langkah-langkah perjuanganku.
(Paragraf 3, hal 13, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

16. Mendustai publik dengan mengistilahkan uzlah disaat ditinggalkan/dihajr karena penyimpangannya yakni tidak mau membubarkan Laskar Jihad sesuai nasihat Ulama
“Dalam masa uzlah yang saya lakukan antara bulan Oktober – Desember 2002, saya terus mempelajari kebijakan dakwah Salafiyyah yang saya lakukan sejak Januari 1990 s/d Oktober 2002 dan saya pelajari semua kekurangannya melalui kitab-kitab para Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah..”
(Paragraf 2, hal 14, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

17. Kembali menegaskan bahwa era baru dakwahnya dimulai Januari 2003 dan menunjukkan sakit hatinya pada siapa ?
“Demikianlah suka-duka perjalanan Dakwah Salafiyah yang saya jalani di Indonesia dan setelah saya melakukan upaya koreksi kembali terhadap perjalanan dakwah di masa lalu, sayapun mulai menjalankan kembali perjuangan dakwah salafiyah ini pada bulan Januari th 2003 dengan semangat baru dan suasana trauma berbagai kekecewaan akibat kepedihan luka-luka lama. ”
(Paragraf 3, hal 23, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

18. Mengecam dai-dai mantan muridnya dengan istilah kerusakan akhlaq, tukang gosip, berebut pengikut
“Banyak para dai lulusan Universitas Islam Al Madinah an Nabawiyah dan lulusan Yaman menjadi tukang gosip dan tidak mempunyai wara’ (yakni kehati-hatian) dalam menyampaikan berita. Berita-berita dusta gampang sekali dilontarkan di majlis-majlis ‘ilmu’ mereka tanpa takut ancaman dosa besar akibat perbuatan dusta itu. Semua ini tentu adalah penyimpangan yang nyata dari manhaj Salafus Shalih. Manhaj Salaf dilecehkan oleh para perusak dakwah Salafiyah ini sebagai akibat kerusakan akhlaq mereka. Akibatnya atribut-atribut Manhaj Dakwah Salafiyah seperti Tahdzir dan Hajr tampak sedemikian buruknya dihadapan ummat Islam. Hal ini karena dua syi’ar Manhaj Salaf ini sering dijadikan alat kepentingan sang da’i untuk berebut pengikut.”
(Paragraf 2, hal 17, Salafy Edisi 05 tahun ke V/1426 H/2005 M)

19. Menyikapi situs salafy.or.id yang memuat artikel tentangnya
“Sebuah lembaga penelitian di Brussel menurunkan sebuah artikel di salah satu websitenya yang menyoroti berbagai isyu perpecahan yang ada di kalangan orang-orang yang mengaku sebagai pengikut manhaj Salafus Shalih. Namun sayang artikel itu bersandarkan kepada sampah data yang terus-menerus dilansir bau busuknya oleh sebuah website Ahlul Fitnah wal Khiyanah. Sehingga kesan perpecahan yang sangat menonjol di kalangan Salafiyyin. Penulis artikel itu tidak mengerti bahwa sesungguhnya yang sedang ribut-ribut itu tidak semuanya sebagai Salafiyyin. Penulis artikel itu tidak memahami latar belakang berbagai pemikiran orang-orang yang mengaku Salafy. Yang notabene berbagai pemikiran itu bukan dari pemahaman Salafus Shalih. ”
(Majalah Salafy, Dari Redaksi, Edisi 04/TH V/1426 H/2005 M)

20. Dustanya JUT dan ancamannya kepada pemerintah
“TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Panglima Laskar Jihad, Ja’far Umar Thalib menemui Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ad interim Hari Sabarno di Departemen Dalam Negeri, Rabu (26/5), untuk membahas kondisi di Ambon.

Ja’far mengatakan, dirinya belum bisa memutuskan kapan akan mengirimkan pasukan ke daerah konflik tersebut. Dia menambahkan, pihaknya masih melihat perkembangan situasi di daerah tersebut.

Laskar Jihad sendiri telah mengirimkan lima orang intelijen untuk memantau perkembangan situasi di Ambon. Mereka terdiri dari ahli senjata, intelijen, komunikasi massa, kedokteran dan sosial politik. Hasil pekerjaan mereka dilaporkan langsung kepada Ja’far Umar Thalib.”
(Rabu, 26 Mei 2004, http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2004/05/26/brk,20040526-23,id.html )
“Jakarta :Laskar Jihad mengirim lima orang tim intelijen ke Ambon, Maluku, untuk memantau perkembangan situasi di daerah itu. “Tim yang terdiri dari ahli senjata, kedokteran, hukum, komunikasi dan sosial politik, dikirim Senin (3/5),” kata Panglima Laskar Jihad, Ja’far Umar Thalib kepada TNR lewat sambungan telepon, Kamis (6/5) sore. “
Dirilis berita dusta di atas oleh Situs Takfiri-Ba’asyiri: (http://annisa.majelis.mujahidin.or.id/berita/islam/laskar_jihad_kirim_tim_intelijen_ke_ambon.xhtml_1 )
“detikcom – Jakarta, Setelah dua tahun dibubarkan, Laskar Jihad siap dikirim kembali ke Ambon jika pemerintah tidak dapat mengatasi keadaan disana. Menurut Jafar, anggotanya setiap saat siap dikirim. “Tidak perlu dipersiapkan. Mereka sudah siap,” ujarnya. Berapa orang yang akan dikirim?”Kemarin sebelum dibubarkan kira-kira 10 ribu orang. Yang akan dikirimkan bisa lebih dari itu,” kata dia.”
(27/4/2004, http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/04/tgl/27/time/153647/idnews/129284/idkanal/10 )
“Laskar jihad akan diterjunkan kembali ke Ambon jika dinilai pemerintah tidak bisa mengatasi keadaan. Saya sedang mempelajari kondisi di lapangan menit per menit,” kata Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib dalam jumpa pers di kantor MER-C, Jalan Keramat II, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2004). “

21. Lagi, mengancam pemerintah
“Mantan Panglima Laskar Jihad, Ustadz Ja’far Umar Thalib akan mengirim kembali Laskar Jihad ke Ambon guna menumpas gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) Hidayatullah.com—Ustadz Ja’far Umar Thalib, mantan Panglima Laskar Jihad dalam konflik Ambon, berencana akan mengirim pasukan dari Laskar Jihad nya guna menumpas gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) jika pemerintah dan aparat tidak mampu dan mencegah meluasnya konflik yang terjadi beberapa hari ini.
“Kalau pemerintah memang tidak mampu mengatasi problem di sana, saya akan terjun kembali, ” ujar Ja’far dalam wawancaranya dalam acara Jurnal Pagi, ANTV, Rabu (28/4) pagi tadi.”
(28 April 2005, berita tersebut dipublikasikan oleh situs hizbi: http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1115&Itemid=0 )

(Ditulis tgl 25 Desember 2005, diperbarui kembali 25 Agustus 2006)

(Catatan redaksi: kami menerima saran dan sumbangan data informasi dari pembaca sekalian khususnya mengenai sepak terjang Jamarto, Yazid Jawaz dan Aunur Rofiq  agar umat lebih mengenal secara utuh sosok terakhir beliau-beliau di atas setelah mengalami metamorphosis dakwah)
Jika tak kenal maka…tak waspada!

31/12/2008 - Posted by | abu-salafy-01, firqah, manhaj | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s