Hidupkan Sunnah HANCURKAN BID'AH

Meniti Jalan Sunnah Rasulullah, Menepis Bid'ah

Download Audio Bedah Buku SALAFY “Antara Tuduhan dan Kenyataan”

Download Audio Bedah Buku

“SALAFY :

Antara Tuduhan dan Kenyataan”

Sebuah bantahan terhadap buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” yang dilaksanakan pada :

1). Bulan Ramadhan 1432 H di masjid Ma’had An Nuur Al Atsary -Banjarsari- Ciamis

2). 4 Maret 2012 Majid Tijanul Anwar Sukabumi

Bersama :

Al Ustadz Sofyan Khalid Ruray -hafidzahullaah-

Tafadhal unduh disini :

Baca lebih lanjut

06/04/2012 Posted by | agama syi'ah, aqidah, audio, bid'ah, firqah, hajr, manhaj, sesat, syi'ah, syi'ah rafidhah, syirik, syubhat | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BANTAHAN ASY-SYAIKH UBAID TERHADAP PROFESOR DOKTOR IBRAHIM AR-RUHAILY

BANTAHAN ASY-SYAIKH UBAID TERHADAP
PROFESOR DOKTOR IBRAHIM AR-RUHAILY

Pengantar :
Masih ingatkah kita sekalian dengan pidato pembelaan Turatsi Abdullah Taslim (terhadap Firanda)
yang dia sebarluaskan melalui situs hizbi Salafiyunpad?

Abdullah Taslim :

“…Pada waktu itu malam hari, Ustadz Muhammad Nur Ihsan yang dari Riau beliau yang pertama
kali dihubungi oleh syaikh Abdullah al Bukhari yang beliau adalah salah seorang Masyaikh
Ahlussunnah di Madinah yng mengajar di Jami’ah Islamiyah, seorang doktor yang ana beritahukan
kepada antum bahwa rata-rata masyaikh yang datang kesini yang dibawa orang orang ikhwan-ikhwan kita yang mendatangkan di sini itu rata-rata kalau di Madinah mereka termasuk syaikh yang biasa-biasa.
Artinya kalau di Indonesia memang mereka paling pinter kalau di Indonesia, kalau di sana yang
seperti itu Masyaikh Ahlussunnah yang lainnya banyak yang jelas mereka tidak seterkenal dan
tidak se.. lebih diakui dibandingkan Syaikh Ibrahim Ruhaili, Syaikh Abdurrozaq dan para
masyaikh lainnya yang mereka itu ngajar di Masjid Nabawi. Sedangkan masyaikh masyaikh
tersebut bukan termasuk yang ngajar di masjid nabawi…”

Audionya disini gan :

 

Bantahan Syaikh bisa agan2 unduh disini :

Bantahan Asy-Syaikh Ubaid Terhadap Profesor Aqidah Ibrahim Ar-Ruhaily

05/04/2012 Posted by | audio, bantahan, download, firqah, hajr, pelecehan, penghinaan | , , , , | Tinggalkan komentar

Link Download Kajian Bahaya Agama Syi’ah

Link Download Kajian Bahaya Agama Syi’ah

Bersama :

9 Asatidzah AhlusSunnah Wal Jama’ah

Antara lain :
1. Al Ustadz Usamah Mahri, Lc,
2. Al Ustadz Abdurrahman Mubarak,
3. Al Ustadz Abu Karimah Askari,
4. Al Ustad Muhammad Umar As Sewed,
5. Al-Ustadz Khidir Sunusi,
7. Al-Ustadz Ayyub Abu Ayyub,
8. Al-Ustadz Amr,
9. Al Ustadz Dzul Akmal Lc.

Baca lebih lanjut

03/04/2012 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, agama syi'ah, aqidah, audio, download, firqah, syi'ah, syi'ah rafidhah, Yahudi | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Link Donwload Kajian Aqidah AhlusSunnah

Link Donwload Kajian Aqidah AhlusSunnah

Dengan hanya mengharap Wajah Allaah Tabaraka wa Ta’ala semata, dan hanya mengharap ridho serta jannah-NYA kupersembahkan belasan link kajian asatidzah AhlusSunnah wal Jama’ah kepada antum semua agar antum paham siapa sebenarnya AhlusSunnah Wal Jama’ah.

.

Tafadhal antum donload disini :

Baca lebih lanjut

02/04/2012 Posted by | ahlussunnah, aqidah, audio, download, firqah, nasihat, syahwat, syirik, syubhat, Tauhid | , , | Tinggalkan komentar

FAIDAH DAN MANFAAT DAURAH NASIONAL MASYAYIKH AHLUS SUNNAH

Mendukung 100%

FAIDAH DAN MANFAAT

DAURAH NASIONAL

MASYAYIKH

AHLUS SUNNAH

DI INDONESIA

الحمد لله رب العالمين، وصلاة وسلاما على المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد :

Terkait dengan penyelenggaraan Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah, yang alhamdulillah pada tahun ini adalah Daurah ke-5 yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 29 Rajab hingga 11 Sya’ban 1430 H – atau bertepatan dengan tanggal 22 Juli – 2 Agustus 2009 M –  Sangat perlu bagi kami untuk menjelaskan kepada segenap salafiyyin tentang faidah dan manfaat Daurah Nasional tersebut. Hal ini dalam rangka untuk menjalankan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ [إبراهيم/7]

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb kalian menetapkan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. [Ibrahim : 7]

Di antara faidah dan manfaat daurah yang terus dirasakan oleh Ahlus Sunnah hingga hari ini adalah :

  • Faidah-faidah ilmiah dari para ‘Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam berbagai bidang ilmu, baik dalam bidang aqidah, fiqh, akhlaq, ibadah, mua’malah dan lainnya.

  • Memberi kesempatan kepada para ikhwah ahlus sunnah, terutama para asatidzah dan para du’at,  untuk menimba atau talaqqi ilmu secara langsung kepada para ‘ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah tersebut

Betapa banyak dari kalangan ahli sunnah yang berkeinginan dan berangan-angan besar untuk bisa sampai ke negeri para masyayikh dalam rangka memuntut ilmu. Namun, kebanyakan dari mereka belum diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa datang ke negeri-negeri tersebut.

Baca lebih lanjut

17/06/2009 Posted by | firqah | Tinggalkan komentar

DAURAH ILMIYAH ISLAMIYAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Mendukung 100%


DAURAH ILMIAH AHLUS SUNNAH BERSAMA MASYAYIKH

TAHUN 1430 – 2009

Alhamdulillah, segala pujian yang sempurna hanyalah milik Allah semata. Shalawat
dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi
wassallam
, keluarga, sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti beliau
hingga akhir masa.

Pada tahun 1430 H ini, insya Allah akan kembali  diselenggarakan
daurah ilmiah bersama para masyayikh Ahlus Sunnah dari Timur  Tengah.

Daurah yang kelima ini insya Allah akan menghadirkan
beliau, hafizhahumullahu jami’an :

1. Asy-Syaikh Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim Al-Bukhari (Saudi Arabia)
2. Asy-Syaikh ‘Abdullah ibn Shalfiq Azh-Dzufairi (Saudi Arabia)
3. Asy-Syaikh ‘Ali ibn Yahya Al-Haddadi (Saudi Arabia)
4. Asy-Syaikh Khalid ibn Dhahwi Azh-Zhafiri (Kuwait)


Tema :
“Jalan Keluar dari Problematika Hidup adalah
Kembali kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dengan bimbingan para Ulama”


Daurah insya Allah akan dilaksanakan pada:
Waktu:
Hari Sabtu – Senin, Tanggal 25 – 27 Juli 2009 / 2 – 4 Sya’ban 1430 H
Pukul 09.00 WIB – selesai

Tempat:

Masjid Agung Manunggal, Bantul, DIY **)

Peserta :


Umum (ikhwan/laki-laki)
(Akhwat/ummahat mengikuti lewat link di beberapa tempat *))

Informasi selengkapnya silakan menghubungi panitia sbb :
Alamat : Jl Godean Km 5, Gg Kenanga 26B, Patran RT 1/RW 1, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY
Email : redaksi @ majalahsyariah.com
(Dapatkan info otomatis, kirim email kosong ke alamat daurah @ salafy.or.id)
Telpon : +62.81328022770 +62.274.626439

>>> Diharapkan menyebarkan informasi ini secara luas  dengan alamat halaman situs ini http://daurah.salafy.or.id. Apabila ada perubahan, insya Allah akan diinformasikan lewat situs ini atau majalah Asy Syariah. Update terakhir 11 Juni 2009 pukul 07.00 WIB <<<

*** Insya Allah disiarkan lewat Paltalk, room Religion  & Spirituality – Islam – Salafiyyin, nick name salafiyyin *** [Petunjuk pemakaian Paltalk, simak di www.salafy.or.id/upload/paltalk.zip ] HTML clipboard


Jazakumullah khairan atas perhatian ikhwah semua.

Ttd

Panitia Pelaksana Daurah Ilmiah Ahlus Sunnah

Catatan :
*) Telelink untuk peserta wanita (ummahat/akhwat), insya Allah di
• Tarbiyatul Aulad Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 55582
• TK/Ma’had Ar-Ridho Putra, Jalan Parang Tritis Km 6, RT 6, RW 46, Dn Dagaran, Kel Bangunrejo, Kec. Sewon, Bantul
• Tahfizh Putri, Ma’had Al-Anshar, Dn. Wonosalam, Ds. Sukoharjo, Kec. Ngaglik, Sleman
• TK Ar-Ridho Putri, Glagah Sari UH IV/ 538 RT 21/ RW 05 Kelurahan Warung Boto, Jogjakarta 55164
• Tahfizh Ar-Ridho Putri, Bedok RT 5 RW 25 No 22, Trihanggo Gamping, Sleman

**)
Rute menuju lokasi
1. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo via pesawat :
a. Menuju Bandara Adisutjipto, Jogjakarta
b. Naik taksi/ojek/kendaraan ke terminal Giwangan, Jogjakarta
c. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6

2. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Surabaya, Solo via bus :
a. Turun di terminal Giwangan, Jogjakarta
b. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta
no 6

3. Rute menuju lokasi dari Semarang via bus :
a. Turun di terminal Jombor, naik bus kota jurusan terminal Giwangan, Jogjakarta
b. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6

4. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo via kereta api :
a. Menuju stasiun Tugu/Lempuyangan, Jogjakarta
b. Naik bus kota menuju terminal Giwangan, Jogjakarta
c. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6

5. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo via kendaraan
pribadi :
a. Dari Jakarta, Purwokerto, Cilacap, Semarang, Surabaya, menuju Jogjakarta, setelah masuk Jogjakarta, temukan plang ke kota Bantul yang ada di Jl. Ringroad Selatan, perempatan Dongkelan.
b. Lantas arahkan kendaraan ke selatan masuk Jalan Bantul untuk menuju ke kota Bantul, sampai gapura kota Bantul. Ikuti jalan sampai perempatan pertama (Klodran).  Lokasi masjid Agung Manunggal, Bantul dari utara di sebelah kanan

6. Rute menuju lokasi dari sekitar Jogjakarta :
a. Dari terminal Jombor/halte Trans Jogja, ke terminal Giwangan Jogjakarta, naik bus Koperasi Abadi jurusan Bantul turun di perempatan Klodran (Masjid Agung Bantul)
b. Dari terminal Giwangan Jogjakarta, naik bus Koperasi Abadi jurusan Bantul turun di perempatan Klodran (Masjid Agung Bantul)
c. Dari arah Semarang turun di perempatan Dongkelan (Jl. Ringroad Selatan), naik bus Koperasi Abadi turun di perempatan Klodran (Masjid Agung Bantul)

(Dikutip dari http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1459)


abu salafy 01


10/06/2009 Posted by | firqah | Tinggalkan komentar

DAUROH CILEUNGSI – BOGOR

 

 

HADIRILAH

DAUROH ILMIYAH ISLAMIYAH

AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

JAKARTA

TEMA:

NASHIHAT BERHARGA  UNTUK KAUM MUSLIMIN

KITAB:

NASHIHATI LI AHLI SUNNAH

DAN

NASHIHATI LIL ABAA WAL UMMAHAT

Karya:


Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy

PEMATERI:


USTADZ ABU USAMAH ABDURRAHMAN LOMBOK

USTADZ   ABDURRAHMAN MUBAROK

SUSUNAN ACARA:

 

SABTU BA’DA ZHUHUR 12.30    5  JUMADIL TSANI – 30 MEI  -SAMPAI SELESAI-

AHAD  BA’DA SHUBUH    6.30    6 JUMADIL TSANI – 31 MEI    -SAMPAI SELESAI-


TEMPAT:

MA’HAD RIYADHUL JANNAH

Kp. Rawa Ragas-Ds.Bojong, Kec.Klapanunggal, Kab Bogor

CILEUNGSI-BOGOR



Rute:

Dari Kp.Rambutan naik angkot 121 turun Pasar Cilengsi sambung lagi naik angkot M42 (pool dpn sting) jur.Cilengsi- Bojong turun Kantor Lurah Bojong

Dari Cibinong naik angkot 08 turun di 1/3 an citeureup, sambung lagi angkot 64 jur.Cilengsi

turun di pertigaan klapanunggal, sambung lagi angkot 42 jur.bojong turun Kantor Lurah Bojong.

 

Kontak Person :

— 021 7153 1187 —

— 0882 1024 0852 —

— 0815 10 922 622 —

Kontributor : Abu Wafa abuwafa2009 [at] gmail.com

Sumber:

http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1440

Peserta Umum : Ihwan & Akhwat


abu salafy 01


13/05/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA | Tinggalkan komentar

Siapakah DR Yusuf Al-Qardhawi -hadahullah-

new1a

Penulis: Abu Afifah

Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasulullah. Wa ba’du :


Sesungguhnya bencana yang tengah menimpa umat dewasa ini adalah menjamurnya kelompok-kelompok orang yang berani memanipulasi (memalsukan) “selendang ilmu” dengan mengubah bentuk syari’at Islam dengan istilah “tajdidi” (pembaharuan), mempermudah sarana-sarana kerusakan dengan istilah “fiqih taysiir” (fiqih penyederahanaan masalah), membuka pintu-pintu kehinaan dengan kedok “ijtihad” (upaya keras untuk mengambil konklusi hukum Islam), melecehkan sederet sunnah-sunnah Nabi dengan kedok “fiqih awlawiyyat” (fiqih prioritas), dan berloyalitas (menjalin hubungan setia) dengan orang-orang kafir dengan alasan “memperindah corak (penampilan) Islam”.

Tokoh yang menjadi pentolannya adalah seorang tukang fatwa lewat parabola, Yusuf Qardhawi, yang berusaha keras menyebarkan gagasan-gagasan pemikiran di atas lewat tayangan-tayangan parabola, jaringan-jaringan internet, konfrensi-konfrensi, studi-studi keislaman, ceramah-ceramah, dan lain-lain.

Lembaran-lembaran kertas yang ada di hadapan pembaca ini memuat ringkasan dari beberapa ide pemikiran tokoh ini (Qardhawi) yang dengan berbagai cara berusaha melariskan ide-ide pemikiran tersebut. Sengaja penulis tampilkan gagasan-gagasan Qardhawi ini sebagai upaya memberi nasehat kepada umat Islam, dan sebagai pernyataan berlepas diri, serta memberi peringatan kepada umat Islam agar selalu waspada terhadap tokoh ini (Qardhawi) dan tokoh-tokoh lain yang seide dengannya.

Baca lebih lanjut

02/05/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, bid'ah, bid'ah hasanah, bid'ah sya'iyah, fatawa, fiqh, firqah, hajr, informasi, jahr, nashihat, nasihat, sesat, syubhat, tahzir, Yahudi | , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

Kesesatan Dr Yusuf Qardlawi – Tentang Demokrasi, Suara Mayoritas, Syura

new1a

Penulis: Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini

Berpendapat Bahwa Demokrasi Adalah Syura

Yusuf Al Qaradhawi belum merasa puas dengan ajakannya untuk mencintai Ahli Kitab dan non Muslim lainnya dengan seruannya untuk melakukan pendekatan dengan mereka. Bahkan dia banyak menghiasi otaknya dengan pemikiran orang-orang kafir yang membinasakan yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dan pemeluknya, diantara pemikiran tersebut adalah demokrasi.

Demokrasi merupakan salah satu dari tipu muslihat orang-orang Yahudi dan Nashara serta merupakan salah satu rekayasa dan makar mereka. Walaupun demikian, Yusuf Al Qaradhawi ini memberikan nama bahwa itu (demokrasi) adalah siyasah syar’iyah dan juga salah satu bab yang luas dalam fiqih Islam. Ia juga mengatakan bahwa demokrasi dan syura’ adalah dua sisi mata uang yang tak mungkin pisah. Inilah perkataannya:

Demokrasi mencakup kebebasan-kebebasan dan metode-metode untuk meruntuhkan para penguasa yang tirani, demokrasi juga adalah siyasah syar’iyah yang pembahasannya sangat luas dalam fiqih Islam. Demokrasi dan syura adalah dua sisi mata uang yang tidak mungkin pisah. (Harian Asy Syarq edisi 2719, 25 Agustus 1995 M)

Lihatlah wahai para pembaca, bagaimana dia menghiasi kebathilan dan menyelubungi kebohongan dan kedustaan dengan baju Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedangkan dia diajak kepada agama Islam?” (QS. Ash Shaff: 7)

Untuk menjelaskan kebathilan ini saya katakan kepadanya:

Pertama,

perkataanmu bahwa demokrasi adalah siyasah syar’iyah dan salah satu bab yang luas dalam fiqih Islam, ini suatu masalah yang setanmu pun tidak bisa membantumu untuk bisa mendatangkan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Karena suatu perkara akan disebut sebagai sesuatu yang syar’i bila bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Sedangkan demokrasi ini tidak bersumber kepada keduanya. Bahkan demokrasi itu bersumber dan muncul dari negara kafir.

Permasalahan demokrasi ini akan semakin jelas jika mengetahui maknanya, kita tidak akan merujuk kepada Lisanul ‘Arab dan juga Ash Shihhah untuk membahasnya. Namun kita akan melihat makna demokrasi ini kepada yang membuatnya karena si empunya rumah lebih paham tentang isi rumahnya. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani dan tersusun dari dua lafal. Lafal pertama adalah demo yang bermakna rakyat atau penduduk sedangkan lafal kedua krasi berasal dari kata kratia yang berarti aturan hukum atau kekuasaan. Dua kata Yunani itu kalau digabung menjadi demokratia yang berarti pemerintahan dari pihak rakyat. (As Syuura Laa Ad Demokratiyyah, halaman 34)

Dalam kamus milik para pemuja demokrasi yaitu kamus Collins cetakan London tahun 1979 disebutkan bahwa makna demokrasi adalah hukum dengan perantara rakyat atau yang mewakilinya. (Lihat buku Ad Demokratiyyah wa Mauqifil Islami Minha)

Baca lebih lanjut

24/04/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, ahlul hadits, aqidah, bid'ah, fatawa, fiqh, firqah, hadits, ilmu, nashihat, nasihat, syubhat, syura | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Partai Islam = Partai Dakwah?

new1a

Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Asy-Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullahu dalam Al-Hujajul Qawiyyah ‘ala anna Wasa’il Ad-Da’wah Tauqifiyyah menuturkan bahwa dakwah (mengajak manusia) ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ibadah yang agung. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan hal ini. Mendorong setiap muslim untuk terjun dalam kancah dakwah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan para pegiat dakwah sebagai sebaik-baik manusia dalam perkataannya. Mengangkat amalan mereka pada derajat utama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’?” (Fushshilat: 33)


Ini mengandung pengertian, bahwa tak ada seorang pun yang paling baik perkataannya daripada orang yang menyeru (berdakwah) ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, beramal dengan apa yang didakwahkannya. Dia menjelaskan secara gamblang tentang dakwah yang diembannya tanpa malu, jenuh, berat, dan malas. Bahkan dia katakan: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Seseorang tidak akan merasa tertipu dengan menduduki status sebagai da’i (orang yang menyeru manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Sebab, dirinya termasuk orang yang mewarisi tugas para nabi, yaitu mengajak manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diwahyukan kepada Penutup dan Imam para nabi:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’.” (Yusuf: 108)

Baca lebih lanjut

25/03/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, ahlul hadits, hadits, hukum, qur'an, tafsir, takhrij | , , , , , , , , , | 1 Komentar

Demi Suara, Apapun Dilakukan

new1a

Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Menjelang pemilu, berbagai wilayah di Republik Indonesia ini diwarnai berbagai atribut partai. Mereka –’para peserta pesta demokrasi’– berlomba memajang anggota partainya untuk dipilih rakyat. Mereka berlomba meraup suara sebanyak mungkin agar bisa meloloskan anggota partainya menduduki kursi jabatan yang diperebutkan.

Di antara peserta pesta demokrasi itu, terdapat partai-partai yang mengusung nama Islam. Mereka masih berkeyakinan bahwa sentimen agama masih menjadi komoditas yang laik jual. Meskipun senyatanya, kesantunan beragama terkadang tidak melekat dalam pergaulan mereka. Tak sedikit yang berlaga sehingga saling menyerang, baku tikai hanya karena beda partai. Tak sedikit pula yang membujuk rayu masyarakat dengan uang, kaos, atau fasilitas lainnya dengan maksud masyarakat memilihnya. Ini yang sering dimunculkan sebagai isu-isu untuk meruntuhkan partai lawan.
Seperti apa wajah partai Islam sekarang? Atau, sebelum pertanyaan ini disodorkan, perlu dipertanyakan terlebih dulu: Adakah partai Islam itu? Partai-partai “Islam” (dalam tanda kutip) cukup variatif. Baik dari sisi konstituen (para pendukung) maupun dari sisi visi yang menjadi dasar perjuangan mereka.
Di antaranya ada yang secara tegas menyatakan diri sebagai partai berazas Islam, berjuang untuk menegakkan hukum Islam ke dalam perundang-undangan Indonesia. Dalam sejarah kepartaian setelah Indonesia merdeka, partai yang memiliki garis perjuangan seperti itu bisa ditemukan pada Partai Masyumi.
Bagaimana dengan partai-partai “Islam” masa pascareformasi? Sungguh, partai-partai yang ada sekarang masih sulit untuk disejajarkan dengan Partai Masyumi yang dulu. Walau dengan tingkat “soliditas” yang tinggi dan “handal”, toh dalam pentas sejarah kepartaian, Masyumi masih bisa dijegal kalangan nasionalis sekuler dan kalangan komunis. Perjuangan untuk menegakkan syariat Islam melalui sistem demokrasi kepartaian pun kandas. Presiden Soekarno saat itu menekan Masyumi untuk bubar melalui Keputusan Presiden No. 200/1960. Maka, tidak kurang dari sebulan setelah Keputusan Presiden tersebut, pada tanggal 13 September 1960 Partai Masyumi menyatakan membubarkan diri. Pembubaran diri ini dilakukan setelah Presiden mengancam akan menjadikannya sebagai partai terlarang jika tidak mematuhinya. (Lihat Deliar Noer, Partai Islam di Pentas Nasional, Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965, hal. 414-415). Itulah klimaks memperjuangkan agama melalui alur demokrasi. Berupaya membangun dinding, tapi lupa membangun fondasi. Berupaya agar syariat Islam diberlakukan dalam perundangan, tapi lalai membekali umat dengan pemahaman Islam yang benar.

Baca lebih lanjut

24/03/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, al-Quran, bid'ah, fiqh, firqah, hukum, sahwat, sesat, syubhat, syura, tahzir | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Siapakah Ahli Syura?

new1a


Penulis : Redaksi Asy-Syariah

Dalam demokrasi, orang mengenal istilah one man one vote. Dengan satu orang satu suara, maka tak ada lagi istilah muslim atau kafir, ulama atau juhala, ahli maksiat atau orang shalih, dan seterusnya. Semua suara bernilai sama di hadapan ‘hukum’. Walhasil, keputusan yang terbaik adalah keputusan yang diperoleh dengan suara mayoritas. Lalu bagaimana dengan sistem Islam? Siapakah yang patut didengar suaranya?

Dalam ketatanegaraan Islam

Dikenal istilah ‘ahli syura’. Posisinya yang sangat penting membuat keberadaannya tidak mungkin dipisahkan dengan struktur ketatanegaraan. Karena bagaimanapun bagusnya seorang pemimpin, ia tetap tidak akan pernah lepas dari kelemahan, kelalaian, atau ketidaktahuan dalam beberapa hal. Sampai-sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pun diperintahkan untuk melakukan syura. Apalagi selain beliau tentunya.

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah mengatakan: “Jika Allah mengatakan kepada Rasul-Nya -padahal beliau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya, dan paling bagus idenya- ‘Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu’, maka bagaimana dengan yang selain beliau?” (Taisir Al-Karimirrahman, hal. 154)
Kata asy-syura (الشُوْرَى) adalah ungkapan lain dari kata musyawarah (مُشَاوَرَةٌ) atau masyurah (مَشُوْرَةٌ) yang dalam bahasa kita juga dikenal dengan musyawarah, sehingga ahli syura adalah orang-orang yang dipercaya untuk diajak bermusyawarah.

Disyariatkannya Syura

Allah ta’ala berfirman:

وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ

“Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 159)
Juga Allah memuji kaum mukminin dengan firman-Nya:

وَأَمْرُهُمْ شُوْرَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah dan mereka menafkahkan sebagian yang kami rizkikan kepada mereka.” (Asy-Syura: 38)
Kedua ayat yang mulia itu menunjukkan tentang disyariatkannya bermusyawarah. Ditambah lagi dengan praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang sering melakukannya dengan para shahabatnya seperti dalam masalah tawanan perang Badr, kepergian menuju Uhud untuk menghadapi kaum musyrikin, menanggapi tuduhan orang-orang munafiq yang menuduh ‘Aisyah berzina, dan lain-lain. Demikian pula para shahabat beliau berjalan di atas jalan ini. (lihat Shahih Al-Bukhari, 13/339 dengan Fathul Bari)
Ibnu Hajar berkata: “Para ulama berselisih dalam hukum wajibnya.” (Fathul Bari, 13/341)

Baca lebih lanjut

23/03/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, ahlul hadits, fiqh, ilmu, manhaj, nashihat, nasihat, syura, ulama salaf | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pemberontakan dengan Lisan

new1a


Penulis : Redaksi Asy-Syariah

Tanya:
Fadhilatusy Syaikh Dr. Shalih As-Sadlan ditanya: “Wahai syaikh, menurut pemahaman saya, Anda tidak mengkhususkan pemberontakan itu hanya dengan pedang tetapi termasuk juga pemberontakan yang dilakukan dengan lisan?”

Jawab:
“Ini pertanyaan penting karena sebagian dari saudara-saudara kita telah melakukannya dengan niat baik dalam keadaan meyakini bahwa pemberontakan itu hanya dengan pedang saja. Padahal pada hakekatnya pemberontakan itu tidak hanya dengan pedang dan kekuatan saja, atau penentangan dengan cara-cara yang sudah diketahui secara umum. Tetapi pemberontakan yang dilakukan dengan lisan (ucapan) justru lebih dahsyat dari pemberontakan dengan senjata karena pemberontakan dengan pedang dan kekerasan justru dilahirkan dari pemberontakan dengan lisan.

Baca lebih lanjut

23/03/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, ahlul hadits, fatawa, fiqh, manhaj, nashihat, nasihat, ulama salaf | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Hukum Mayoritas Dalam Syariat Islam

new1a


Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari

Telah menjadi sunnatullah kalau kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi, ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.

Apa Itu Hukum Mayoritas ?

Yang dimaksud dengan hukum mayoritas dalam pembahasan ini adalah suatu ketetapan hukum di mana jumlah mayoritas merupakan patokan kebenaran dan suara terbanyak merupakan keputusan yang harus diikuti, walaupun ternyata bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah .
Sejauh manakah keabsahan hukum mayoritas ini? Untuk mengetahui jawabannya, perlu ditelusuri terlebih dahulu oknumnya (pengusungnya), yang dalam hal ini adalah manusia, baik tentang hakekat jati dirinya, sikapnya terhadap para rasul, atau pun keadaan mayoritas dari mereka, menurut kacamata syari’at. Karena dengan diketahui keadaan oknum mayoritas, maka akan diketahui pula sejauh mana keabsahan hukum tersebut.

Hakekat Jati Diri Manusia

Manusia adalah satu-satunya makhluk Allah yang menyatakan diri siap memikul “amanat berat” yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk-makhluk besar seperti langit, bumi dan gunung-gunung. Padahal makhluk yang bernama manusia ini berjati diri dzalum (amat zhalim) dan jahul (amat bodoh). Allah berfirman:

إِِنَّا عَرَضْنَا اْلأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاْلجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً

“Sesungguhnya Kami telah tawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.” (Al-Ahzaab: 72)

Baca lebih lanjut

23/03/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, ahlul hadits, fatawa, fiqh, ilmu, nashihat, nasihat, syubhat, tahzir, ulama salaf | , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Mau Kemana Partai Islam?

new1a


Penulis : Tim Redaksi Asy-Syariah

Umat Islam belumlah lupa, beberapa waktu silam pascareformasi, kala hendak memilih pemimpin negeri ini, sebuah fatwa diteguhkan oleh sejumlah partai politik (parpol) Islam, ”haram memilih pemimpin wanita”. Namun beberapa waktu kemudian, ”fatwa” itu dimentahkan kembali. Bak bola salju, perkara ini terus menggelinding dan membesar. Hingga pada pemilihan kepala daerah (pilkada), tak cuma soal wanita, sejumlah parpol Islam bahkan sudah tidak malu mendukung kepala/wakil kepala daerah non-muslim.
Itulah sebuah ironi bernama politik yang dipertontonkan kepada umat. Politik nyata-nyata tak hanya mengubah lawan menjadi kawan atau sebaliknya, tapi terbukti bisa membongkar pasang syariat sekehendak hati. Dewan syuro partai bukan mengawal syariat namun justru menjadi stempel untuk melegalisasi penyimpangan syariat. Loyalitas tidak lagi dibangun di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah namun oleh fatwa Dewan Syuro, AD/ART parpol, bahkan sekadar ucapan tokoh sentralnya.
Makanya menjadi ”maklum” jika ada fenomena caleg non-muslim, koalisi dengan parpol non-muslim ataupun sekuler, dsb, karena kamus politik memang menghalalkannya. Juga tak perlu heran jika ada pengurus partai yang kelabakan, ketika partainya dituding anti yasinan, tahlilan, barzanji, dsb. Minder disebut partai Islam yang eksklusif, kemudian tergopoh-gopoh menyatakan bahwa partainya plural, inklusif, bahkan menampilkan kesan nasionalis. Lebih takut kehilangan suara daripada menampakkan al-haq, lebih khawatir simpatisan lari ketimbang mendapat murka Allah l. Na’udzubillah.

Baca lebih lanjut

23/03/2009 Posted by | abu-salafy-01, AGAMA, aqidah, manhaj, tahzir | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar